PANGKEP – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Selasa (28/7/2026).
Dalam forum tersebut, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) menggagas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di atas kapal. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi untuk menghadirkan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi kendala distribusi.
HLM TPID dihadiri Wakil Bupati Abdul Rahman Assagaf, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Selatan Bidang Ekonomi Kerakyatan Since Erna Lamba, Sekretaris Daerah Hj Suriani, perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, pimpinan organisasi perangkat daerah terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Staf Ahli Gubernur Sulawesi Selatan Bidang Ekonomi Kerakyatan, Since Erna Lamba, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Pangkep bersama TPID dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
Ia mendorong pemerintah daerah terus memperkuat pemetaan ketersediaan pangan, menjaga kelancaran distribusi logistik, mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah, serta memperluas kerja sama antardaerah guna memastikan stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok, terutama di wilayah kepulauan.
Sementara itu, Bupati Muhammad Yusran Lalogau menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota TPID yang dinilai berhasil menjaga inflasi Pangkep tetap terkendali. Menurutnya, berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan beras pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional, merupakan bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat.
“Kita tahu pada momen hari besar harga beras itu melonjak. Orang yang mampu mungkin tidak terlalu terdampak, tetapi bagaimana dengan masyarakat berpenghasilan rendah? Inilah yang kita harapkan dari kebijakan bapak dan ibu sekalian, kita bisa menekan kenaikan harga komoditas,” ujar MYL.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terus memantau perkembangan harga di pasar, memastikan ketersediaan stok bahan pokok, serta meningkatkan pengawasan untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu lonjakan harga.
Dalam kesempatan itu, MYL turut menggagas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di atas kapal sebagai upaya menjangkau masyarakat kepulauan secara lebih efektif.
“Pasar murah sering kita laksanakan. Namun saya berpikir, Dinas Perhubungan bisa berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan agar pasar murah dapat dilakukan di atas kapal, sehingga masyarakat daerah kepulauan bisa menikmati harga pangan pokok yang lebih murah,” katanya.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Pangkep, Rizky Amita, menjelaskan bahwa HLM TPID merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga inflasi tetap terkendali melalui penguatan koordinasi dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan permintaan pasar.

Menurutnya, inflasi di Kabupaten Pangkep saat ini masih berada pada level yang aman. Pemerintah daerah juga terus memantau 10 komoditas strategis yang menjadi penyumbang utama inflasi.
“Jika terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu, kami langsung melakukan tindak lanjut melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah. Sesuai arahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami juga rutin melakukan inspeksi pasar untuk memastikan stok tersedia dan harga tetap stabil,” jelas Rizky. (M4d/4dv)













