PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • DPRD Makassar Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp5,26 Triliun, Fraksi Soroti Arah Belanja Pemkot • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • Vape Narkoba Incar Generasi Muda: Kejahatan Berkedok Tren • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • DPRD Makassar Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp5,26 Triliun, Fraksi Soroti Arah Belanja Pemkot • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • Vape Narkoba Incar Generasi Muda: Kejahatan Berkedok Tren • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel •
Sidrap

200 Tahun Tradisi Dipertahankan Masyarakat Kulo Sidrap, Pj Gubernur Sulsel Disambut Mappadendang-Mattojang

579
×

200 Tahun Tradisi Dipertahankan Masyarakat Kulo Sidrap, Pj Gubernur Sulsel Disambut Mappadendang-Mattojang

Sebarkan artikel ini
200 Tahun Tradisi Dipertahankan Masyarakat Kulo Sidrap, Pj Gubernur Sulsel Disambut Mappadendang-Mattojang
Tarian serta suara tumbukan alu kosong berirama Mappadendang menyambut kedatangan Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin. Demikian juga senyuman orang-orang yang sedang bermain Mattojang.

SIDRAP—Tarian serta suara tumbukan alu kosong berirama Mappadendang menyambut kedatangan Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin. Demikian juga senyuman orang-orang yang sedang bermain Mattojang.

Ia bersama rombongan serta Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif; Penjabat Sekprov Sulsel, Muhammad Arsjad; serta Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf menghadiri pesta adat masyarakat Saoraja Kulo di Saoraja (Istana Kerajaan) Kulo, di Desa Kulo, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu malam, 11 November 2023.

Malam itu, ia menyaksikan langsung Mappadendang merupakan upacara syukuran panen padi yang sedang diperlombakan antara desa, mereka memainkan musik dari alu tersebut dengan massere atau gerakan yang dapat mengundang gelak tawa. Serta Mattojang atau berayun di ayunan raksasa setinggi 10 meter lebih dengan dudukan berada di ketinggian 1,2 meter. Ayunan tradisional pemacu adrenalin dari Sulsel.

Setelah menyapa dan memberikan sambutan, Bahtiar diajak naik ke Saoaraja Kulo. Rumah Istana Arung Kulo yang didirikan oleh Arung Kulo ke-VI La Makkarodda atau Petta Janggo. Saoraja ini memiliki ukuran panjang 24 meter dan berbentuk rumah panggung, terbuat dari kayu cenrana (cendana) dan ada beberapa bagian diganti kayu ulin setelah dilakukan renovasi.

Dewan Adat Kulo, Prof. Dr Andi Alimuddin Unde, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bahtiar Baharuddin serta perhatian dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Sidrap atas upaya pelestarian budaya ini.

“Mewakili masyarakat Kulo menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Seingat saya, barusan ada pejabat Gubernur datang dan menginjakan kaki di Desa Kulo ini,” kata Alimuddin Unde.

Lanjutnya, bahwa Saoraja Kulo dan tradisi ini telah berusia 200 tahun dan masih dipertahankan dan dilaksanakan dengan antusias oleh masyatakat.

“Kegiatan ini adalah semata-mata adalah tradisi dari lelehur. Di sini tidak ada aspek religius kita lihat, tetapi betul-betul ini hanya kegiatan adat, ini semata-mata proses leluhur kita melakukan ini tradisi ini turun temurun,” sebut Guru Besar bidang Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin ini.

200 Tahun Tradisi Dipertahankan Masyarakat Kulo Sidrap, Pj Gubernur Sulsel Disambut Mappadendang-Mattojang
Tarian serta suara tumbukan alu kosong berirama Mappadendang menyambut kedatangan Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin. Demikian juga senyuman orang-orang yang sedang bermain Mattojang.

“Kegiatan ini bukan hanya kegiatan untuk keturunan Arung Kulo, tetapi seluruh masyarakat Kulo bersama-sama berdatangan. Ada yang datang dari Malaysia, mereka penuh antusias dengan ini, tradisi ini sudah berjalan 200 tahun lalu,” imbuhnya.

Lanjutnya bahwa, puncak-puncak kebudayaan bangsa berasal dari puncak-puncak kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah adalah investasi daerah.

Demikian juga membangun budaya, tradisi sosial menjadi suatu perekat sosial di dalam masyarakat. Sehingga konflik dapat teratasi. Budaya harus dikembangkan, baik sebagai sarana hiburan masyarakat maupun tradisi yang harus dipertahankan. Memajukan daerah melalui budaya.

Ia juga mengharapkan Saoraja Kulo dapat menjadi cagar budaya.

Selanjutnya, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengakui, mendapat pengalaman dan pencerahan. Bahwa rupanya di Sulsel ini banyak sekali tradisi yang sudah memiliki usia berabad.

“Tradisi ini bagus sekali, karena dia ikatan sosial kekerabatan kekeluargaan. Justru dari hal-hal seperti ini, yang menjadi ciri khas sebenarnya masyarakat kita di Bugis-Makassar yang kuat hubungan sosialnya karena di kampungnya ini, mereka memiliki tradisi yang menjembatani komunikasi mereka secara batiniah,” sebutnya.

Tradisi ini juga membawa kenangan termasuk bagi mereka para diaspora yang merantau. Baginya tradisi seperti ini perlu dipelihara. Karena ini penyemangat, bentuk kesyukuran pasca panen, sekaligus juga wadah berdialog berdiskusi buat kehidupan hari ini dan hari depan.

“Saya mendukung betul, ada aspirasi bagaimana memelihara cagar budaya dan tradisi seperti ini. Sebagai Pemerintah Provinsi mengucapkan selamat terima kepada masyarakat Kulo yang memberikan penyambutan luar biasa,” ujarnya.

Ia pun mengharapkan dukungan masyarakat Kulo, dalam memimpin daerah ini satu tahun ke depan. “Karena kita banyak pekerjaan yang pada akhirnya tumpuan pembangunan itu ada di masyarakat sendiri,” pungkasnya. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com