SIDRAP—Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mengakselerasi transformasi digital di sektor pendidikan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) di tingkat sekolah dasar.
Upaya tersebut diwujudkan lewat sosialisasi dan aktivasi TTE bagi seluruh kepala sekolah dasar se-Kecamatan Dua Pitue yang digelar di UPT SDN 1 Tanrutedong, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sekaligus mendorong modernisasi layanan administrasi di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Kominfo Sidrap, Mahluddin, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) menjadi kunci dalam mempercepat digitalisasi pendidikan di daerah.
“Saya memberikan apresiasi kepada jajaran K3S Dua Pitue serta berterima kasih atas antusiasme para kepala sekolah yang hadir untuk mewujudkan transformasi digital di lingkungan pendidikan kita,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan TTE menjadi langkah penting dalam mengubah sistem administrasi sekolah yang sebelumnya konvensional menjadi lebih modern, efisien, dan aman.
“Dengan TTE, administrasi sekolah kini menjadi lebih cepat, praktis, dan memiliki proteksi keamanan data yang tinggi,” jelasnya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diisi dengan pendampingan teknis langsung kepada para kepala sekolah. Mereka didampingi operator sekolah masing-masing untuk melakukan sinkronisasi akun pada aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi).
Langkah ini memastikan implementasi TTE tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi langsung diterapkan dalam sistem kerja sekolah.
Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Dua Pitue, Suardi, mengapresiasi pendekatan jemput bola yang dilakukan Dinas Kominfo Sidrap.
Ia menilai, pendampingan teknis secara langsung sangat membantu para kepala sekolah dalam memahami sekaligus mengimplementasikan TTE di satuan pendidikan masing-masing.
Dengan langkah ini, digitalisasi sekolah di Sidrap tidak hanya menjadi wacana, tetapi mulai berjalan konkret dari tingkat paling dasar.
Transformasi ini diharapkan mampu mendorong terciptanya tata kelola pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan adaptif di tengah perkembangan teknologi. (Ag4ys)













