Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

Upaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Gelar Fesyar Pertama di KTI

818
×

Upaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Gelar Fesyar Pertama di KTI

Sebarkan artikel ini
Upaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Gelar Fesyar Pertama di KTI
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman membuka Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Kamis 28 Juli 2022. Ia bersama Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara; Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

MAKASSAR—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman membuka Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Kamis 28 Juli 2022. Ia bersama Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara; Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah KTI untuk Memperkuat Pemulihan Ekonomi KTI yang Inklusif”, akan berlangsung hingga tanggal 31 Juli 2022.

“Alhamdulillah, merasa senang Kota Makassar, Sulsel menjadi tuan rumah pada acara Fesyar yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia,” ujarnya.

Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk muslim besar. Olehnya itu, diharapkan ini menjadi peluang ke depan menuju pemulihan ekonomi.

Ia pun mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan. “Pemprov Sulsel terus mendorong investasi dalam rangka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah termasuk investasi terkait produk- produk unggulan di Sulsel,” bebernya.

Dirinya berharap, ini akan memberikan dampak untuk pengembangan ekonomi syariah. Sulawesi Selatan memiliki potensi dan peluang yang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah.

“Pengembangan Sulawesi Selatan menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah sangat mungkin untuk dilakukan, termasuk dengan menjadikan Sulsel sebagai pangsa pasar untuk produk halal, apalagi didukung mayoritas penduduk beragama Islam,” jelasnya.

“Salah satu potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan terletak pada sektor pariwisata utamanya melalui wisata halal. Potensi pengembangan ekonomi syariah juga bisa dilihat pada industri perhotelan dan restoran, termasuk melalui sertifikasi halal untuk memberikan jaminan produk dan kepuasan pelanggan,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, kata Andi Sudirman, akan melahirkan inovasi dan akseslerasi program-program pemberdayaan yang berbasis masyarakat maju sebagai pusat ekonomi syariah di Kawasan Indonesia Timur.

“Untuk mewujudkan (pengembangan ekonomi syariah), diperlukan sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Forkopimda, dan unsur terkait lainnya, baik dan edukasi dan pelaksanaan ekonomi syariah. Semoga ini akan menjadi peluang untuk bangkit dari pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Kepala Perwakilan BI di Sulsel Causa Iman Karana mengatakan FESyar 2022 di Makassar ini pihaknya memfasilitasi dan mendorong UMKM di wilayah kerja Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Ada 500 UMKM terverifikasi halal gratis di FESyar ini. Ini semua untuk mendorong perkembangan Ekonomi di Kawasan Timur Indonesia,” ucap Causa Iman Karana.

Menurutnya, event serupa juga akan terlaksana di beberapa provinsi. Sulsel mendapat kesempatan pertama event Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia tersebut.

“Sulsel dapat giliran pertama pelaksana alhamdulilah antusiasme sangat tinggi. Kegiatan ini ada beberapa yang sudah kami lakukan lebih dulu namanya road to FESyar,” ujarnya.

“Pencapaian ada Business Matching Antara UMKM berbasis syariah ini. Kemudian kita lakukan digitalisasi pesantren, dan kotak infak di Masjid akan kami gunakan QRIS, sudah ada 5000 Masjid di seluruh KTI,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara menyampaikan, bahwa diharapkan melalui ekonomi syariah akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Terlebih ekonomi syariah memiliki pangsa pasar yang besar.

Turut hadir diantaranya Asisten Gubernur Bank Indonesia, Dwi Pranoto; Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari; Forkopimda Sulsel; Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana; para kepala Perwakilan BI se-KTI; Kepala OJK Regional 6, Darwisman; Ketua MUI Sulsel; serta pimpinan Perbankan. (*)

error: Content is protected !!