PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Ilusi Kapitalisme Mengentas Kemiskinan • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti • HUT TNI ke-81, Koramil Panakkukang-Manggala Gelar Makan Gratis Bersama Warga dan UMKM • Solusi Islam untuk Penanganan HIV/AIDS di Makassar • SLF Diterbitkan Konsultan, Praktik Developer Bone Diduga Tak Sesuai PP 28/2025 • Tawuran Berulang, Potret Rusaknya Sistem Kehidupan • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Ilusi Kapitalisme Mengentas Kemiskinan • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti • HUT TNI ke-81, Koramil Panakkukang-Manggala Gelar Makan Gratis Bersama Warga dan UMKM • Solusi Islam untuk Penanganan HIV/AIDS di Makassar • SLF Diterbitkan Konsultan, Praktik Developer Bone Diduga Tak Sesuai PP 28/2025 • Tawuran Berulang, Potret Rusaknya Sistem Kehidupan •
Sulsel

Dany Ngotot KA Jalur Elevated, Gubernur Sulsel: Adu teknis ke BPKA

2695
×

Dany Ngotot KA Jalur Elevated, Gubernur Sulsel: Adu teknis ke BPKA

Sebarkan artikel ini
Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan
Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. (Foto: Dok)

MAKASSAR—Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menanggapi pernyataan Walikota Makassar Muh Ramdhan Pomanto yang ngotot agar jalur kereta api di Makassar konsepnya adalah elevated (melayang) bukan grounded atau landed atau at grade (di atas tanah).

Gubernur mengatakan, Wali Kota Makassar Danny Pomanto seharusnya adu teknis Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ke Balai Pengelola Kereta Api (BPKA).

“Amdal hanya bisa diuji dengan amdal. Maksudnya tehnis sama tehnis dong. Kalau anda ingin menguji sesuatu tidak boleh dengan statement tapi harus dengan scientific (ilmiah),” ungkap Gubernur Sulsel saat ditemui di Hotel Sheraton Makassar, Rabu (10/8/2022).

Ia menyebutkan pemerintah provinsi sulsel hanya penetapan lokasi (Penlok) Kereta Api (KA) bukan soal teknis seperti AMDAL.

“Kalau saya sih sebenarnya pak wali kota itu baik, masukannya juga bagus, tinggal komunikasi dengan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA),” jelasnya.

“Kami hanya menetapkan bahwa maros – makassar ini akan ditempatkan sebagai lokasi kereta. Kita Persoalan penetapan lokasi. kalau urusan tehnis itu balai, bukan ke kami,” sebutnya.

Lanjutnya, kalau Maros bisa elevated, Makassar harus lobby juga. “Saya tetapkan lokasi dong. Tetapi persoalan masalah ada isu tehnis ya silahkan dengan balai. Kalau maros bisa elevated, Makassar harus lobi juga. Karena bukannya saya yang bantu itu Maros untuk elevated atau tidak elevated, tapi mereka sendiri yang diskusi,” ucap Gubernur.

“Tinggal open discussion. Diskusikan yang baik, pemerintahan kan begitu. Kita kan sipakatau kalau urusan saya itu PSN untuk penetapan lokasi bukan penetapan tehnis,” tambahnya.

Lebih jauh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, BPKA tidak akan menetapkan jalur grounded atau landed tanpa adanya Amdal

“Amdalnya pasti ada disana juga. Tidak mungkin mereka tetapkan seperti itu kalau tidak ada dasarnya. Tehnis silahkan ke balai, dan persoalan itu kalau maros bisa harusnya makassar bisa lobi juga kalau mau,” tuturnya.

Ia menambahkan Progres Kereta api makassar pare-pare yang merupakan proyek strategis nasional (PSN) tidak boleh berhenti.

“Progres PSN tidak boleh berhenti, sudah tertanam uang. Ada lagi uang mau masuk, masa kita tolak uang. Sekali lagi Penetapan lokasi bukan tehnis, penlok itu menetapkan bahwa disini harus ada kereta”

“Tapi kalau tehnis itu ke balai urusannya, tapi itu pasti ada kajiannya juga. Silahkan kajian dengan kajian. Kalau Maros bisa dikasi kenapa makassar tidak,” pungkasnya. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com