OPINI—Sejak tahun 2016, United Nation Development Programme (UNDP) menghitung Gender Inequality Index (GII) yang menggambarkan potensi pencapaian pembangunan manusia yang hilang sebagai dampak dari ketimpangan pencapaian pembangunan antara laki-laki dan perempuan.
Pada tahun 2021, nilai GII Indonesia mencapai 0,444, lebih rendah 0,021 poin dibandingkan angka GII dunia. Indonesia tercatat naik 11 peringkat sejak tahun 2019, menduduki peringkat ke-110 dari 170 negara. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah telah cukup berhasil untuk mengentaskan ketimpangan gender di Indonesia.
Mengapa Kesetaraan Gender Menjadi Penting?
Kesetaraan gender dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia, salah satunya dari segi ekonomi. Kesetaraan gender dapat menciptakan peluang pasar kerja untuk dapat menyerap angkatan kerja yang benar-benar berkualitas, karena laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Kick Off Meeting G20 Women’s Empowerment menyatakan bahwa potensi ekonomi dari kesetaraan gender bagi perempuan di dunia mencapai US$ 28 triliun atau sekitar Rp400 ribu triliun pada 2025, atau setara dengan 26 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.
Dengan demikian, keikutsertaan perempuan dalam perekonomian negara dapat menjadi kunci untuk percepatan pertumbuhan ekonomi.
Perempuan juga memikul beban sebagai institusi pendidikan pertama di rumah tangga, sehingga perannya menjadi vital untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Kesetaraan gender akan memberikan peluang bagi perempuan untuk memiliki akses yang sama di dunia pendidikan.
Efek lanjutan dari pendidikan bagi perempuan adalah improvement terhadap kesehatan, sebab semakin terdidik seorang perempuan, semakin paham akan pentingnya mengatur kesehatan dalam rumah tangga.













