MAKASSAR—Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan kembali melanjutkan penilaian lomba desa ketahanan pangan tingkat provinsi Sulsel dalam rangka memeriahkan HUT Sulsel ke-355, di Kantor Dinas Ketapang Sulsel, Kamis (10/10/2024).
Kepala Dinas Ketapang Sulsel, Andi Muhammad Arsjad mengatakan, proses penilaian lomba desa ketahanan pangan tingkat provinsi Sulsel berjalan kurang lebih sebulan,diawali seleksi administrasi dalam bentuk profil.
“Sebelumnya, kita sudah menyurat ke 24 Kabupaten Kota meminta semua mengutus satu sampai dua desa mengikuti lomba Desa Ketapang. Alhamdulillah ada 14 Kabupaten yang mengajukan desanya,” ujar Arsjad.
Lanjutnya, setelah proses verifikasi berkas dan profil, maka ada 18 desa dinyatakan bersyarat dan dilanjutkan validasi sehingga muncul 10 besar yang kemudian melakukan pemaparan di depan tim penilai.
Dari 10 besar ini yang telah melakukan pemaparan didepan tim penilai akan ditentukan juara 1,2,3 dan diumukan pada puncak HUT Sulsel.
Hari kedua penilaian ini makin ramai, makin baik persiapan, makin baik karena kita lihat videonya sangat baik, pemaparan Kepala Desa (kades) juga sangat baik, sangat substansif, kita dapat gambaran tidak hanya tiga pola ketapang tapi juga regulasi dan partisipasi masyarakat, tidak Kalah penting mereka hadirkan produk pangan lokal dari lomba desa ini.
Mantan Pj Sekda Provinsi Sulsel ini menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan pleno penetuan juara.
“Sekali lagi lagi penilaian secara obyektif 60 persen kondisi lapangan dan 40 persen hasil ekspose dan wawancara, kenapa beri persentase kepada lapangan 60 persen karena implementasi sangat penting”
“Kita mau pengunjung bisa melihat benar ada pemamfaatan laham pekarangan, upaya peningkatan ketapang, ada Bumdes, ada lumbung pangan, bumdes yang optimal, ini semua didorong,” pungkas Arsjad. .
Sementara itu, Ruslan Kepala Desa Kaluli Kabupaten Bantaeng, mengaku, sangat mendukung dan mengapresiasi adanya lomba desa ketahanan pangan tingkat provinsi Sulsel ini.
“Salah satu program yang kami paparkan dihadapan tim penilai adalah pekebunan kami dengan adanya kebun cavendish, yang kedua ada produk seperti baruasa, kakao, keripik pisang dan lainnya yang menjadi salah satu program unggulan di desa”
“Kami pemerintah desa juga sangat mendukung dan mengapresiasi khsusunya didinas ketapang Sulsel yang selama ini membina kami, membantu kamu mengenai ketahanan pangan,” paparnya. (*/4dv)


















