MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Inisiatif ini telah berlangsung di 574 lokasi sepanjang 2024, mencakup kerja sama erat dengan 24 kabupaten/kota di wilayah Sulsel.
Sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, Pemprov Sulsel merencanakan intervensi pasar di 28 titik tambahan pada Desember.
Masyarakat pun menyambut positif program ini, karena memungkinkan akses bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, mengungkapkan bahwa arahan dari Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menjadi kunci sukses program ini.
“Kami melakukan intervensi harga melalui subsidi, terutama pada komoditas strategis seperti beras. Ke depan, subsidi juga akan mencakup minyak goreng dan gula pasir untuk mengantisipasi kebutuhan Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Prof. Zudan turut mengimbau masyarakat agar tetap bijak berbelanja. “Tidak perlu panik membeli. Pasokan bahan pangan strategis di Sulsel aman dan tersedia,” pesannya.
Langkah inovatif Pemprov Sulsel dalam menjaga stabilitas harga pangan ini mendapat pengakuan dari Badan Pangan Nasional, yang memberikan penghargaan kepada Sulsel sebagai provinsi dengan Gerakan Pangan Murah Paling Inovatif se-Indonesia.
Lebih dari itu, Indeks Ketahanan Pangan Sulsel mencapai nilai 83,36, menempatkannya dalam kategori Sangat Tahan Pangan.
Keberhasilan ini juga terlihat dari menurunnya jumlah daerah rawan pangan. Pada 2024, hanya tersisa lima kecamatan dalam kategori prioritas 3 (agak rentan pangan), seperti Bontosikuyu, Bontoharu, dan Bontomatene di Kabupaten Kepulauan Selayar, serta Telluwanua di Kota Palopo. Angka ini turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 15 daerah rawan pangan.
Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, menegaskan bahwa GPM merupakan solusi nyata untuk menjaga pasokan bahan pangan sekaligus meringankan beban masyarakat.
Dengan langkah ini, Sulsel membuktikan diri sebagai salah satu daerah terdepan dalam pengelolaan ketahanan pangan yang tangguh dan inklusif.
Melalui program-program strategis ini, Sulsel terus bergerak untuk memastikan seluruh warganya dapat menikmati bahan pangan dengan harga yang wajar, sekaligus menjadikan daerah ini sebagai contoh sukses ketahanan pangan di tingkat nasional. (*/4dv)













