PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke Pemprov
Sulsel

Gerakan Pangan Murah di Sulsel, Cara Efektif Kendalikan Inflasi dan Jaga Harga Stabil

617
×

Gerakan Pangan Murah di Sulsel, Cara Efektif Kendalikan Inflasi dan Jaga Harga Stabil

Sebarkan artikel ini
Gerakan Pangan Murah di Sulsel, Cara Efektif Kendalikan Inflasi dan Jaga Harga Stabil
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menggalakkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi. Sepanjang tahun 2024, GPM telah dilaksanakan di 574 titik lokasi, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota.

MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menggalakkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi. Sepanjang tahun 2024, GPM telah dilaksanakan di 574 titik lokasi, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2025. Pada Desember ini, intervensi pasar direncanakan di 28 titik tambahan guna memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Muh. Arsjad, menjelaskan bahwa program ini dijalankan dengan subsidi untuk menekan harga beberapa komoditas utama. “Sejak 18 November, kami sudah memberikan subsidi pada beras, dan untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru, kami akan menambah subsidi pada minyak goreng dan gula pasir,” katanya.

Arahan langsung dari Penjabat Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, juga menekankan pentingnya ketenangan masyarakat dalam menghadapi momen akhir tahun. “Belanjalah sesuai kebutuhan, jangan panic buying. Pasokan bahan pangan di Sulsel aman dan mencukupi,” pesannya.

Program ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat karena terbukti membantu mereka mendapatkan bahan makanan dengan harga terjangkau. Tak hanya itu, Sulsel juga meraih penghargaan sebagai provinsi dengan Gerakan Pangan Murah paling inovatif di Indonesia dari Badan Pangan Nasional.

Indeks Ketahanan Pangan Sulsel kini berada pada kategori Sangat Tahan Pangan dengan skor 83,36, menjadikannya salah satu yang terbaik secara nasional. Bahkan, jumlah daerah rawan pangan di Sulsel menurun signifikan dari 15 kecamatan menjadi hanya 5 kecamatan.

Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, menyebut program GPM sebagai solusi strategis. “Gerakan ini memastikan pasokan bahan pangan terjaga sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah ini, Sulawesi Selatan tak hanya berhasil menjaga ketersediaan pangan tetapi juga memastikan warganya tetap sejahtera di tengah berbagai tantangan ekonomi. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com