MAKASSAR—Wasir (48), seorang nelayan, dilaporkan tenggelam di Muara Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pada Kamis (30/11). Peristiwa tragis ini terjadi setelah korban dihantam angin kencang dan ombak besar. Setelah pencarian intensif, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Kejadian ini dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar sekitar pukul 18.30 WITA. Tim SAR gabungan yang terdiri dari DamkarSAR, BPBD, Potensi SAR, dan Redkar segera diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian.
Pencarian dimulai pukul 22.30 WITA di tengah kondisi hujan deras dan cuaca buruk. Penyisiran dilakukan di sekitar area muara tempat korban terakhir terlihat. Namun, upaya tersebut harus dihentikan pada pukul 00.30 WITA karena cuaca semakin memburuk.
Keesokan harinya, Jumat (1/12), tim kembali melanjutkan pencarian sejak pukul 08.00 WITA. Setelah pencarian yang intensif, jenazah korban ditemukan pada pukul 11.45 WITA tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Proses pencarian sangat menantang karena cuaca ekstrem. Berkat kerja keras tim, korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi,” ujar salah satu anggota tim SAR.
Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Insiden ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, khususnya nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama di tengah cuaca buruk.
Pihak berwenang mengimbau para nelayan untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan guna mengurangi risiko kecelakaan di laut. (*/4dv)













