PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Pemerintah dan DPR RI Sepakat Turunkan Biaya Haji Tahun 2027 • 750 KK di Biringkanaya Terima Bantuan Beras Masing-masing 30 Kilogram • Dalami Dugaan Korupsi Dinkes Parepare, Polda Sulsel Periksa Taufan Pawe • 19,5 Hektare Hutan di Polewali Mandar Dibuka Ilegal, Dua Tersangka Diserahkan ke Jaksa • FK-GARDA Desak Dirlantantas Polda Sulsel Copot Kasatlantas Makassar dan Maros • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Pemerintah dan DPR RI Sepakat Turunkan Biaya Haji Tahun 2027 • 750 KK di Biringkanaya Terima Bantuan Beras Masing-masing 30 Kilogram • Dalami Dugaan Korupsi Dinkes Parepare, Polda Sulsel Periksa Taufan Pawe • 19,5 Hektare Hutan di Polewali Mandar Dibuka Ilegal, Dua Tersangka Diserahkan ke Jaksa • FK-GARDA Desak Dirlantantas Polda Sulsel Copot Kasatlantas Makassar dan Maros • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak •
Internasional

Dua Bulan Berkuasa, Sebagian Besar Agenda Trump Gagal

831
×

Dua Bulan Berkuasa, Sebagian Besar Agenda Trump Gagal

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com,- Dalam seratus hari pertama masa kerjanya, pemerintah baru biasanya menerapkan usul kebijakan-kebijakan utama, meski tidak sepenuhnya didukung Kongres. Gedung Putih biasanya akan memulai pelaksanaan aturan baru yang ditandatangani menjadi undang-undang. Tetapi kini, perjalanan Presiden Trump tidak semulus perkiraan semula.

Sejak dilantik 20 Januari lalu Presiden Trump sibuk mengambil berbagai tindakan, mulai dari menandatangani perintah eksekutif, menghadiri upacara-upacara penting hingga mengadakan pertemuan dengan sejumlah anggota Kongres tentang usul kebijakannya.

“Kami telah melakukan banyak hal, saya kira malah jauh lebih banyak yang pernah dilakukan siapapun dalam 50 hari pertama pemerintahannya,” ujar Presiden Donald Trump.

Tetapi Trump menemui hambatan utama ketika berupaya menggerakkan agendanya. Beberapa program prioritasnya – mulai dari imigrasi, layanan kesehatan hingga anggaran – mendapat tentangan, demikian menurut analis Partai Republik Evan Siegfried.

“Sudah dua bulan berlalu dan pemerintahan ini masih berjuang untuk menemukan pijakan dan benar-benar mewujudkan program jangka panjang supaya menjadi pemerintahan yang berhasil,” ujar Evan Siegfried, seorang analis Partai Republik.

Salah satu kemunduran terbaru adalah ketika dua hakim memblokir perintah eksekutif yang dikeluarkan Trump, yang melarang masuknya warga dari enam negara mayoritas berpenduduk Muslim, yang merupakan revisi atas perintah eksekutif sebelumnya.

Trump juga mendapat masalah dari dalam partainya di Kongres atas RUU layanan kesehatan yang diusulkannya, dimana beberapa analis pemerintah memperkirakan jika RUU itu diloloskan maka akan membuat jutaan warga Amerika kehilangan asuransi kesehatan mereka.

Pejabat-pejabat Gedung Putih juga bersikap defensif terhadap anggaran yang diusulkan Trump, yang akan memangkas beberapa program federal supaya bisa menutupi peningkatan belanja militer. Direktur Urusan Anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney mengatakan:

“Kita punya kandidat Amerika yang Pertama, kini ada Presiden bagi Amerika yang Pertama. Jadi seharusnya tidak mengejutkan siapapun ketika ada Anggaran bagi Amerika yang Pertama.”

Trump mengatakan usul-usul itu merupakan tahap pertama dalam perundingan dan ia memperkirakan bakal ada ketidaksepakatan diantara para anggota Kongres sebelum berhasil mencapai kesepakatan apapun. Tetapi sejauh ini mantan bilyuner yang kerap menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang jago mencapai kesepakatan, telah gagal menjembatani perbedaan-perbedaan pandangan yang ada. (voa/4ld)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com