MEDIASULSEL.com,- Banyaknya prestasi yang diperoleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo selama menakhodai daerah ini, ternyata menjadi magnet tersendiri bagi sejumlah pejabat, untuk berkunjung ke Sulsel. Bahkan prestasi ini menarik sejumlah pejabat untuk bertugas di Sulsel. Salah satunya diakui Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar, yang baru, Syafril Daulay saat menemui Gubernur Sulsel di ruang kerjanya, Selasa 21 Maret 2017.
Rombongan BBKP Makassar, datang menemui Gubernur Sulsel guna melaporkan pergantian pimpinan di tubuh lembaga tersebut. Dimana Kepala BBKP Makassar sebelumnya dijabat Hermansyah, yang kemudian digantikan Syafril Daulay.
Syafril Daulay, mengaku sebagai pejabat baru, berharap bisa memberikan kinerja yang baik, dan memberikan prestasi yang baik untuk Sulsel.
“Semoga pengalaman yang saya miliki di nasional dan pernah bertugas di Sulawesi Selatan bisa memberikan prestasi yang baik. Saya tertarik bertugas di Sulawesi Selatan karena melihat prestasi Gubernur Sulsel,” ujar Syafril usai diterima oleh Pemerintah Provinsi.
Sementara itu, dslam kesempatan yersebut, Syahrul mengucapkan selamat sekaligus terima kasih kepada pejabat sebelumnya. Dalam kesempatan ini Syahrul juga memberikan arahan kepada jajaran BBKP Makassar.
“Pergantian pejabat pemerintahan akan berjalan dengan baik ketika dilakukan sesuai relnya, jangan berkonflik dengan menteri. Setiap kepala SKPD harus merumuskan dan menggali potensi yang ada di daerah, karena masa depan Indonesia, ada di Indonesia Timur, ada di Sulawesi Selatan.” Imbau Syahrul di hadapan 6 orang pejabat BBKP Makassar.
Menurut Syahrul, Sulawesi Selatan harus menjadi contoh akselerasi, konsepsi dan terobosan untuk daerah lain, karena jika dibandingkan kontribusi ekonomi Sulawesi secara nasional baru 5 persen dibandingkan pulau Jawa sebesar 56 persen.
Sulsel sendiri dibawah kepemimpinan Syahrul hingga saat ini telah meraih 205 penghargaan, termasuk di sektor pertanian.
Diakhir kunjungan, Syafril pejabat sebagso pejabat yang baru, menyerahkan cindera mata berupa satu stel sarung khas Padang, sementara SYL memberikan buku-nya SYL Way Jilid 2 kepada rombongan tersebut.(*nrl/464ys)













