PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • Dari Desa Beroanging, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa Nasional • Ilusi Kapitalisme Mengentas Kemiskinan • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • Dari Desa Beroanging, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa Nasional • Ilusi Kapitalisme Mengentas Kemiskinan • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti •
Sulsel

Gubernur Andi Sudirman Minta Evaluasi Tambang Emas Luwu: Jangan Sampai Rakyat Dua Kali Kena

1320
×

Gubernur Andi Sudirman Minta Evaluasi Tambang Emas Luwu: Jangan Sampai Rakyat Dua Kali Kena

Sebarkan artikel ini
Gubernur Andi Sudirman Minta Evaluasi Tambang Emas Luwu: Jangan Sampai Rakyat Dua Kali Kena
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, angkat suara soal rencana kerjasama tambang emas di Luwu antara PT Masmindo Dwi Area dan perusahaan tambang raksasa asal Amerika, Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.

MAKASSAR—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, angkat suara soal rencana kerjasama tambang emas di Luwu antara PT Masmindo Dwi Area dan perusahaan tambang raksasa asal Amerika, Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Ia menegaskan bahwa dampak lingkungan dan ketimpangan ekonomi yang bisa ditimbulkan, terlebih jika proyek ini menggunakan metode tambang terbuka (open pit) berskala besar.

“Kita akan menyurati Bapak Presiden untuk minta evaluasi ulang atas izin tambang ini. Kita ingin tahu siapa yang mengelola, dan bagaimana metode pengelolaannya. Ini bukan soal investasi semata, tapi menyangkut masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Andi Sudirman, Senin (14/4/2025).

Ia menyebut bahwa izin tambang memang jadi kewenangan pemerintah pusat. Tapi sebagai kepala daerah, ia merasa punya tanggung jawab menyuarakan keresahan masyarakat Sulsel, khususnya di Luwu, yang wilayahnya akan jadi lokasi tambang.

Andi Sudirman bahkan menyamakan potensi dampak proyek ini dengan tambang Freeport di Papua. “Kita semua tahu kondisi di sekitar tambang Freeport. Kubangan raksasa, hutan hilang, dan rakyat Papua belum juga sejahtera sampai hari ini. Perusahaan luar yang menikmati, warga lokal yang menanggung beban. Jangan sampai Luwu mengalami hal yang sama.”

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan alam oleh pengusaha lokal, bukan perusahaan dari Jakarta, apalagi asing. “Kalau lokal yang kelola, biasanya ada ikatan moral dan sosial dengan warga sekitar. Jadi isu lingkungan dan kesejahteraan warga bisa lebih diperhatikan. Ini sesuai arahan Bapak Presiden,” tambahnya.

Gubernur juga menyinggung masalah banjir yang rutin terjadi di Luwu. Menurutnya, pembukaan lahan secara masif, baik legal maupun ilegal, sudah memperparah kondisi lingkungan. Dan jika proyek tambang besar-besaran ini berjalan tanpa pengawasan ketat, kerusakan bisa makin meluas.

“Pembangunan yang tidak menghitung daya dukung lingkungan selalu dibayar mahal oleh masyarakat kecil. Kita enggak bisa diam saja. Kita harus bicara. Kita harus minta Presiden mempertimbangkan ulang proyek ini,” tegasnya. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com