MAKASSAR—Meski usianya sudah tidak muda, Nissan Grand Livina bekas tetap punya tempat tersendiri di hati para pencari mobil keluarga. Dikenal sebagai mobil dengan kenyamanan khas MPV dan efisiensi ala sedan, Grand Livina menjadi pilihan menarik, khususnya di pasar mobil bekas yang makin kompetitif.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2007, Grand Livina langsung mencuri perhatian. Dengan desain low profile dan handling yang stabil, mobil ini menawarkan pengalaman berkendara yang tenang dan nyaman. Kabinnya lega, posisi duduk ergonomis, dan suspensinya empuk, membuatnya cocok untuk perjalanan jauh bersama keluarga.
Namun, seperti kendaraan lainnya, Grand Livina bukan tanpa catatan. Salah satu masalah yang sering dikeluhkan pemiliknya adalah mesin yang “ngelitik”. Suara ketukan logam dari mesin ini biasanya muncul saat akselerasi dan bisa membuat pengalaman berkendara jadi kurang menyenangkan. Tapi masalah ini bukan hal besar jika tahu cara menanganinya.
Pakar otomotif menyebut bahwa ngelitik pada Grand Livina umumnya terjadi karena penumpukan karbon di ruang bakar atau penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah.
Solusinya sederhana, lakukan pembersihan ruang bakar secara berkala dan gunakan BBM dengan oktan yang sesuai, minimal RON 92. Perawatan ini cukup ampuh untuk menjaga performa mesin tetap halus dan responsif.
Masalah lain yang kerap muncul adalah keluhan pada kaki-kaki. Suspensi Grand Livina memang dirancang lembut, tapi jika terlalu sering melewati jalan rusak tanpa perawatan yang baik, komponen seperti bushing, shockbreaker, dan ball joint bisa cepat aus. Gejalanya biasanya ditandai dengan bunyi-bunyian saat melintasi jalan berlubang atau terasa limbung saat kecepatan tinggi.
Meski begitu, tak sedikit pengguna Grand Livina yang tetap setia. Bagi mereka, mobil ini masih sangat layak dipertahankan, bahkan diburu oleh para pembeli mobil bekas. Alasannya jelas: harga bekas Grand Livina kini jauh lebih terjangkau dibanding MPV sekelasnya, tapi fiturnya masih bisa diandalkan.
Bahkan, beberapa tipe tertinggi seperti HWS (Highway Star) sudah dibekali fitur yang cukup lengkap, mulai dari AC double blower, audio steering switch, hingga sistem pengereman ABS dan EBD.
Dari sisi mesin, Grand Livina dibekali dua pilihan: 1.5 liter dan 1.8 liter, keduanya berteknologi DOHC dan sudah terbukti tangguh. Konsumsi bahan bakarnya pun terbilang efisien untuk ukuran MPV, dengan catatan pengemudi menjaga ritme berkendara agar tetap irit.
Sementara dari sisi kenyamanan, Grand Livina masih unggul. Posisi duduk pengemudi terasa natural, suspensi empuk meredam getaran jalan, dan kabin kedap suara—hal yang jarang ditemukan di MPV lain di kelasnya. Inilah mengapa banyak pengguna menyebut Grand Livina sebagai “mobil keluarga rasa sedan.”
Di pasar mobil bekas, Grand Livina tahun produksi 2010 ke atas masih banyak diburu. Harganya kini berkisar di angka Rp60 juta hingga Rp120 juta, tergantung kondisi dan varian. Dengan harga tersebut, pembeli bisa mendapatkan mobil yang fungsional, nyaman, dan perawatannya relatif mudah karena suku cadangnya masih tersedia di pasaran.
Kesimpulannya, meski memiliki beberapa kekurangan khas kendaraan usia menengah, Grand Livina tetap menjadi pilihan menarik. Bagi keluarga yang ingin mobil nyaman, tangguh, dan irit di kantong, mobil ini masih sangat layak untuk dipinang.
Asalkan rutin melakukan servis berkala dan menggunakan bahan bakar yang tepat, Grand Livina bisa menjadi teman perjalanan yang setia dalam berbagai kondisi. (Ag4ys)













