PANGKEP—Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau (MYL) menegaskan pentingnya kolaborasi tenaga perawat dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya dalam penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC).
Hal itu disampaikan MYL saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pangkep periode 2025–2030, bersama pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) PPNI Pangkep, Sabtu (4/10/2025).
“Teman-teman PPNI sudah tes TBC semuanya? Ini target nasional, masalah TBC harus selesai pada 2030. Perawat sebagai garda terdepan layanan kesehatan juga berisiko terkena dan menularkan. Karena itu, saya harapkan penanganan bisa dimulai dari internal PPNI sendiri,” tegas MYL.
Ia juga meminta PPNI Pangkep aktif memberi masukan untuk perbaikan layanan kesehatan di daerah. Menurutnya, banyaknya kepala puskesmas yang berasal dari unsur perawat menjadi peluang besar untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Selain kesehatan, MYL menyinggung peran Bapena PPNI yang baru dilantik. Ia mengingatkan potensi bencana banjir di Pangkep pada Desember hingga Februari.
“Saya selalu wanti-wanti, bulan 12, 1, dan 2 itu rawan bencana. Kalau ada drainase tertutup dan berpotensi banjir, mari kita bersihkan bersama. Saya harap PPNI juga ikut berkolaborasi di lingkungannya masing-masing,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PPNI Pangkep, M. Arif Sirajuddin menyampaikan sebanyak 37 pengurus resmi dilantik, terdiri dari 33 pengurus harian, 4 dewan pertimbangan, serta sekitar 30 pengurus Bapena. Ia menegaskan, kepengurusan baru siap mendukung program pemerintah daerah di bidang kesehatan.
“Salah satu misi kami adalah bagaimana perawat bisa disayangi pemerintah dan disegani profesi lain. Karena itu, kami menjaga komunikasi dengan pemda, termasuk mengambil peran dalam penuntasan masalah TBC dan program cek kesehatan gratis dari Presiden,” jelas Arif.
Ketua DPW PPNI Sulsel, Abdul Rakhmat yang hadir dalam pelantikan menambahkan, kepengurusan baru harus segera mengeksekusi program hasil Musda, termasuk pelatihan peningkatan kompetensi perawat.
“Wilayah Pangkep punya tantangan geografis cukup besar. PPNI harus hadir memberikan akses pelatihan, terutama bagi perawat di pulau agar kompetensinya terus meningkat,” ujarnya.
Selain itu, Abdul Rakhmat menegaskan peran strategis Bapena PPNI yang menjadi bagian struktur organisasi dari pusat hingga daerah. Badan ini, katanya, akan berfokus pada kesiapan pra-bencana, respon saat bencana, hingga penanganan pasca-bencana dengan bekal pelatihan khusus bagi anggotanya. (M4d/4dv)


















