Advertisement - Scroll ke atas
Media Kampus

UNUSIA Jakarta Angkat Isu CSR Bernuansa Spiritual di Kuliah Dosen Tamu

679
×

UNUSIA Jakarta Angkat Isu CSR Bernuansa Spiritual di Kuliah Dosen Tamu

Sebarkan artikel ini
UNUSIA Jakarta Angkat Isu CSR Bernuansa Spiritual di Kuliah Dosen Tamu

JAKARTA—Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta akan menggelar kuliah dosen tamu bertajuk “Corporate Spiritual Responsibility” pada Jumat, 10 Oktober 2025, di Aula Kampus UNUSIA.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rismawati, S.E., M.S.A., CSRS., CSRA., CSP., akademisi dari Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Direktur Pascasarjana UMPalopo. Ia akan membahas keterkaitan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nilai-nilai spiritual dalam praktik bisnis modern.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Plt. Dekan FEB UNUSIA, Mohammad Zuhdi, M.A., menegaskan kuliah dosen tamu ini bertujuan memperluas cara pandang mahasiswa terkait konsep CSR.

“Selama ini CSR sering dipahami hanya sebatas kegiatan filantropi perusahaan. Padahal, perlu ada pergeseran paradigma menuju Corporate Spiritual Responsibility, yaitu tanggung jawab perusahaan yang berlandaskan spiritualitas, etika, dan kemanusiaan,” jelasnya, Kamis (9/10/2025).

Menurut Zuhdi, kehadiran narasumber dari UMPalopo menjadi wujud kolaborasi antarkampus Islam di Indonesia. Ia menyebut hal ini penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa dalam isu-isu akuntansi, etika bisnis, dan ekonomi syariah.

“Kehadiran Dr. Rismawati menunjukkan sinergi perguruan tinggi Islam dalam membangun ilmu ekonomi yang berkeadilan dan berkarakter,” tambahnya.

Kuliah dosen tamu ini diwajibkan bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Ekonomi Syariah angkatan 2024 dan 2025. Melalui forum ini, UNUSIA menegaskan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tak sekadar berorientasi pada profit dan reputasi, melainkan juga pada keseimbangan moral, spiritual, dan keberlanjutan sosial. (Cr/Ag4ys)

 

Citizen Reporter : Muh. Aras Prabowo

error: Content is protected !!