MAKASSAR—Dojo Gojukai Bukit Baruga kembali mencatat prestasi membanggakan. Dalam ajang Seleksi Pra Porprov Karate yang berlangsung di GOR Sudiang, Makassar, pada 11–12 Oktober 2025, tim Gojukai Bukit Baruga sukses meloloskan sepuluh atlet terbaik dari lima kelas menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bone dan Wajo.
Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi pembinaan dan semangat juang para karateka muda yang berlatih di bawah naungan Gojukai Bukit Baruga. Chief Instruktur Gojukai Bukit Baruga, Ismail Alrip, S.H., M.Kn, mengatakan bahwa para atlet tampil dengan teknik tinggi, disiplin, dan sportivitas luar biasa.
“Mereka menunjukkan karakter pantang menyerah yang menjadi ciri khas karateka sejati,” ujarnya, Minggu (12/10/2025)
Sepuluh karateka Gojukai Bukit Baruga yang berhasil melaju ke Porprov XVIII 2026 berasal dari berbagai daerah. Mereka adalah Rafaela Aristawidya Putri (Kata Perorangan Putri, Sidrap), Mustafa (Kata Perorangan Putra, Sidrap), Khansaa (Kata Perorangan Putri, Takalar), serta Bushra Asrah Subakti (Kumite -68 kg Putri, Makassar). Untuk kategori beregu, tiga atlet—Mustafa, Muhammad Zaki Yanur, dan Muhammad Almer Al Qawiyyu—berhasil lolos di kelas Kata Beregu Putra mewakili Sidrap.

Sementara itu, Rafaela Aristawidya Putri, Khadija Reskyawati, dan Shahla Alifa Azzahra sukses di kelas Kata Beregu Putri (Sidrap), dan tim Khansaa, Shafa Anniqah Azzahra, serta Tuan Muzaenab Maharani memastikan tiket di kelas Kata Beregu Putri (Takalar).
Kepala Pelatih Gojukai Bukit Baruga Prestasi (GBB Prestasi), Aswar, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras para atlet, pelatih, serta dukungan orang tua.
“Prestasi ini adalah hasil dari proses panjang latihan, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. Kami berharap anak-anak tetap rendah hati dan terus berlatih untuk membawa nama baik dojo dan daerah di Porprov XVIII nanti,” ujarnya.
Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Gojukai Bukit Baruga sebagai salah satu dojo pembina karate berprestasi di Sulawesi Selatan yang terus melahirkan atlet muda potensial dan berkarakter.
Keberhasilan mereka menjadi motivasi bagi dojo-dojo lain untuk terus mengembangkan potensi atlet daerah dan mengukir prestasi di kancah provinsi maupun nasional. (Ag4ys)


















