Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

Gubernur Andi Sudirman Buka Job Fair Sulsel 2025, Sediakan 2.000 Lowongan Kerja

848
×

Gubernur Andi Sudirman Buka Job Fair Sulsel 2025, Sediakan 2.000 Lowongan Kerja

Sebarkan artikel ini
Gubernur Andi Sudirman Buka Job Fair Sulsel 2025, Sediakan 2.000 Lowongan Kerja
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, resmi membuka kegiatan Bursa Kerja (Job Fair) yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulsel di Ballroom Universitas Fajar (Unifa) Makassar, Rabu (15/10/2025).

MAKASSAR—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, resmi membuka kegiatan Bursa Kerja (Job Fair) yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulsel di Ballroom Universitas Fajar (Unifa) Makassar, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Jadi Sulawesi Selatan ke-356 ini berlangsung selama dua hari, 15–16 Oktober 2025, dan menghadirkan 25 perusahaan dari berbagai sektor dengan total 2.000 lowongan kerja bagi pencari kerja di wilayah Sulsel.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dalam sambutannya, Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Disnakertrans Sulsel dan Unifa atas kolaborasi yang dinilainya sebagai bentuk nyata sinergitas antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha.

“Job fair ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah untuk menekan laju pengangguran dengan mempertemukan langsung pencari kerja dan perusahaan penyedia lapangan kerja,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya inklusivitas dalam dunia kerja. Job Fair 2025, kata dia, turut membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) bidang ketenagakerjaan, Disnakertrans Sulsel telah memfasilitasi 51 penyandang disabilitas untuk memperoleh dana usaha mandiri sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi.

Selain memperluas kesempatan kerja, Andi Sudirman juga menyoroti pentingnya keselarasan antara dunia pendidikan dan industri. Ia mendorong adanya revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Perusahaan tidak bisa menyerap seluruh angkatan kerja, karena itu kita harus dorong semangat wirausaha. Industri kreatif kini menjadi tulang punggung ekonomi masa depan,” pungkasnya. (Y5l/Ag4ys)

error: Content is protected !!