PANGKEP—PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Utara menggelar simulasi tanggap darurat terpadu di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pangkep, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini mencakup berbagai skenario kedaruratan, mulai dari penanganan unjuk rasa, ancaman teror bom, kebakaran, bencana alam, hingga penggunaan peralatan P3K.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh pegawai dan mitra kerja PLN se-UP3 Makassar Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap terhadap berbagai potensi risiko di lingkungan kerja.
Manager PLN UP3 Makassar Utara, Martinus Irianto Pasensi, yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan pentingnya budaya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
“Dalam tugas penyediaan listrik, risiko gangguan bisa datang dari faktor teknis, sosial, maupun alam. Karena itu, simulasi ini penting agar setiap personel tidak hanya ahli secara teknis, tapi juga siap menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi lintas lembaga, di antaranya Polres Pangkep, BPBD Kabupaten Pangkep, dan Damkar Pangkep, yang memberikan pelatihan dan pendampingan langsung di lapangan.
Dari Polres Pangkep, Wakapolres Kompol Sugeng Suprijanto, S.Pd., M.H., memaparkan protokol penanganan unjuk rasa dan ancaman teror bom di area kerja, yang kemudian dilanjutkan dengan simulasi aksi lapangan.
Sementara dari BPBD Kabupaten Pangkep, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Hilal Hamzah N., S.E., M.Si., memberikan pembekalan mengenai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah Pangkep.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pangkep, melalui Ince Iwanuddin Denton, juga memberikan materi dan praktik langsung pencegahan serta penanganan kebakaran, termasuk demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT).
Selain itu, aspek kesehatan dan keselamatan kerja turut menjadi bagian penting dalam simulasi ini. Jumarnawati, pegawai PLN UP3 Makassar Utara sekaligus Certified First Aider, memberikan pelatihan penggunaan peralatan P3K, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi kolesterol, gula darah, dan asam urat bagi seluruh peserta.
PLN berharap kegiatan simulasi ini dapat menjadi agenda rutin untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dan meningkatkan kecepatan respons pegawai dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.
“Kesiapsiagaan bukan sekadar kewajiban, tapi bagian dari tanggung jawab kami menjaga keselamatan dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” tutup Martinus. (70n/Ag4ys/4dv)



















