PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke Pemprov
Sulsel

KOPEL Kutuk Aksi Siram Air Keras Terhadap Novel Baswedan

846
×

KOPEL Kutuk Aksi Siram Air Keras Terhadap Novel Baswedan

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com,- Beredarnya kabar berantai dari jejaring sosial,  yang mengabarkan adanya aksi teror keji yang menimpa Penyidik KPK Novel Baswedan, Senin (11/4) pagi, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, saat Novel pulang menjalankan sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya, tak ayal memancing reaksi keras dan kutukan atas kejadian tersebut dari seluruh penggiat anti korupsi baik atas nama pribadi maupun organisasi.

Tak ketinggalan reaksi keras juga ditunjukan oleh Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, yang dengan tegas mengutuk kejadian tersebut, serta menduga aksi penyerangan tersebut dilakukan oleh koruptor yang memusuhi gerak Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dalam siaran Persnya KOPEL Indonesia menyatakan, bahwa serangan itu bukan teror ke Novel pribadi saja. Melainkan teror atas gerakan pemberantasan korupsi secara keseluruhan. Bahkan teror ini bisa dipersepsikan diarahkan juga kepada negara yang selama ini pemerintahnya tidak jelas berdiri di mana.

“Pemerintahnya seolah senyap selama ini dalam pemberantasan korupsi. Ada diucapan tapi tidak ada ditindakan dalam penegakan hukum.” Tegas Direktur Kopel, Syamsuddin Alimsyah.

“Kejadian ini sesungguhnya menjadi tamparan oleh koruptor bagi pemerintah sekarang yang cendrung seolah main aman. Sebaliknya koruptor semakin ganas dan memperlihatkan kekuatan. Kita tidak bisa diam. Negara harus hadir mengusut kasus ini secara tuntas,” lanjutnya.

KOPEL juga mendesak pemerintah dalam hal ini Presiden, sudah saatnya tegas memposisikan dirinya sebagai panglima besar dalam pemberantasan korupsi yang memiliki kepekaan dan antisipasi.

Pemerintah harus tapi dengan segala kewenangannya untuk.membackup penegak hukum segara menunataskan kasus ini Bukankah KPK dari awal sudah terang juga menjelaskan ini, itu artinya negara melalui pemerintahnya, bila benar peduli anti korupsi seharusnya mengerahkan seluruh kekuatan membackup KPK untuk menuntaskan cepat kasus ini.

“Bayangin rakyat dipaksa bayar pajak dan denda bila telat, tapi praktik korupsi dibiarin terus, itu akan menjadi ironi bagi publik,” sesalnya.

KOPEL dengan tegas mengecam dan mengutuk keras kasus ini. Pelakunya harus diusut secara tuntas dan transparan. Dan juga mendesak Presiden sekarang untuk lebih tegas memperlihatkan keberpihakannya atas pemberantasan korupsi.(*/464ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com