Advertisement - Scroll ke atas
Maros

Basarnas: Pesawat ATR Diduga Jatuh di Sekitar Gunung Bulusaraung

958
×

Basarnas: Pesawat ATR Diduga Jatuh di Sekitar Gunung Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
Basarnas: Pesawat ATR Diduga Jatuh di Sekitar Gunung Bulusaraung
Sebuah pesawat ATR milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita dan diduga jatuh di sekitar kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

MAROS—Sebuah pesawat ATR milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita dan diduga jatuh di sekitar kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Informasi yang dihimpun Mediasulsel.com menyebutkan pesawat tersebut membawa 11 orang, terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Setelah laporan hilang kontak diterima, tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian dengan titik awal di kawasan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.

Basarnas: Pesawat ATR Diduga Jatuh di Sekitar Gunung Bulusaraung
Kepala Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan bersama Komandan Resimen Arhanud 2/Pasgatan, Kolonel Pas Dadang Hermawan.

Kepala Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan lokasi jatuhnya pesawat diperkirakan berada di wilayah Balocci, Kabupaten Pangkep. Dugaan tersebut diperkuat oleh laporan pendaki yang melihat serpihan pesawat di puncak Gunung Bulusaraung.

Sebelum hilang kontak, warga sempat melihat pesawat berputar-putar di udara di wilayah Panaikang, Kelurahan Leang-Leang, Kabupaten Maros.

Proses pencarian melibatkan unsur Lanud Hasanuddin, Kodam XIV/Hasanuddin, Polres Maros, BPBD Maros, BPBD Pangkep, serta Basarnas Makassar. Helikopter juga dikerahkan untuk membantu pencarian dari udara.

Komandan Resimen Arhanud 2/Pasgatan, Kolonel Pas Dadang Hermawan, mengingatkan seluruh personel agar memperhatikan kesiapan fisik, mental, dan logistik mengingat medan pencarian berada di kawasan pegunungan dengan kondisi cuaca malam.

“Kalau kita melihat medan seperti ini dan kemudian menghadapi cuaca malam, walaupun kita harus tetap melaksanakan evakuasi, saya minta kesiapan mental dulu. Jangan lupa makan dulu. Pastikan kesiapan fisik, mental, logistik, dan alat perlengkapan yang dibutuhkan, seperti senter atau perlengkapan untuk membuat perapian,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh tim menggunakan jalur tradisional yang sudah ada dan tidak membuka jalur baru. “Tidak semua paham jalur di sana. Gunakan jalur yang ada, perhatikan hal-hal yang harus diwaspadai atau dilarang dilakukan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan dan terkendala kabut tebal di kawasan Gunung Bulusaraung. Sejumlah tim telah diberangkatkan menuju titik yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat, sementara tim lainnya menyisir wilayah Balocci, Kabupaten Pangkep. (*)

Pesawat ATR IAT Hilang Kontak di Maros, Pencarian Difokuskan di Pegunungan Bantimurung
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan proses pencarian pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, masih terus berlangsung. Lokasi pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di Desa Leang-leang.

Adapun daftar kru dan penumpang pesawat sebagai berikut:

Kru pesawat:

  1. Capt. Andy Dahananto
  2. SIC FO Yudha Mahardika
  3. XCU Capt. Sukardi
  4. FOO Hariadi
  5. EOB Franky D. Tanamal
  6. EOB Junaidi
  7. FA Florencia Lolita
  8. FA Esther Aprilita S

Penumpang:

  1. Deden
  2. Ferry
  3. Yoga.
Basarnas: Pesawat ATR Diduga Jatuh di Sekitar Gunung Bulusaraung
Kepala Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan.
error: Content is protected !!