Advertisement - Scroll ke atas
Maros

Mengapa Puing dan Barang Penumpang Pesawat Jatuh Dikumpulkan Tim SAR? Ini Penjelasannya

818
×

Mengapa Puing dan Barang Penumpang Pesawat Jatuh Dikumpulkan Tim SAR? Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mengapa Puing dan Barang Penumpang Pesawat Jatuh Dikumpulkan Tim SAR? Ini Penjelasannya
ILUSTRASI

MAROS—Dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, tim SAR tidak hanya mengevakuasi korban. Puing pesawat, serpihan badan pesawat, serta barang-barang milik penumpang juga dikumpulkan secara sistematis oleh Basarnas dan tim SAR gabungan sebagai bagian dari proses penanganan kecelakaan.

Nantinya puing pesawat menjadi bahan utama dalam proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Setiap bagian pesawat yang ditemukan, mulai dari potongan sayap, badan pesawat, hingga komponen mesin, digunakan untuk menelusuri apa yang terjadi sebelum pesawat jatuh di kawasan pegunungan tersebut.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dari kondisi puing, penyelidik dapat menilai apakah pesawat mengalami kerusakan teknis, kegagalan mesin, kebakaran, atau benturan keras saat menghantam lereng Gunung Bulusaraung. Pola sebaran puing juga membantu mengetahui apakah pesawat masih dalam kondisi utuh atau sudah pecah sebelum menghantam permukaan.

Selain itu, puing pesawat juga menjadi petunjuk utama dalam pencarian black box atau kotak hitam pesawat. Perangkat ini menyimpan data penerbangan dan rekaman percakapan di kokpit yang sangat penting untuk mengetahui detik-detik terakhir sebelum kecelakaan terjadi. Posisi puing dan bagian tertentu dari pesawat kerap mengarah pada lokasi black box berada.

Selain untuk kepentingan teknis, barang-barang pribadi milik penumpang seperti dompet, kartu identitas, ponsel, jam tangan, dan perhiasan yang ditemukan di lokasi kejadian juga berperan dalam proses identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Seluruh barang yang ditemukan dicatat, diberi nomor, dan diamankan agar tidak hilang atau tertukar, sekaligus untuk memastikan barang milik korban dapat dikembalikan kepada keluarga secara resmi.

Puing pesawat dan barang penumpang juga memiliki nilai hukum. Temuan di lapangan digunakan dalam penyelidikan kecelakaan, proses asuransi, serta penentuan tanggung jawab pihak terkait.

Dalam konteks keselamatan penerbangan, data dari puing, barang penumpang, dan black box menjadi dasar evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan serta memperbaiki standar keselamatan penerbangan nasional. (berbagai sumber)

error: Content is protected !!