PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kades Beroanging Paparkan Keberlanjutan Baruga Sipakatau di Sarasehan Abdidaya Ormawa 2026 • ABUJAPI dan APSI Sulsel Kolaborasi Cetak Satpam Profesional 2027, Sertifikasi Dimulai November • Lurah Biring Romang Lantik Pengurus Baru GEMAS Setelah 13 Tahun Vakum • Appi Terpilih Aklamasi Pimpin Demokrat Sulsel 2026–2031, AHY: Welcome to the Club! • Milad KAHMI ke-60 di Makassar, Aksa Mahmud hingga Tamsil Linrung Serukan Pengabdian untuk Bangsa • TP PKK Makassar Ajak Kader dan Masyarakat Gabung Koperasi Keluarga Sejahtera • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kades Beroanging Paparkan Keberlanjutan Baruga Sipakatau di Sarasehan Abdidaya Ormawa 2026 • ABUJAPI dan APSI Sulsel Kolaborasi Cetak Satpam Profesional 2027, Sertifikasi Dimulai November • Lurah Biring Romang Lantik Pengurus Baru GEMAS Setelah 13 Tahun Vakum • Appi Terpilih Aklamasi Pimpin Demokrat Sulsel 2026–2031, AHY: Welcome to the Club! • Milad KAHMI ke-60 di Makassar, Aksa Mahmud hingga Tamsil Linrung Serukan Pengabdian untuk Bangsa • TP PKK Makassar Ajak Kader dan Masyarakat Gabung Koperasi Keluarga Sejahtera •
Maros

Mengapa Puing dan Barang Penumpang Pesawat Jatuh Dikumpulkan Tim SAR? Ini Penjelasannya

991
×

Mengapa Puing dan Barang Penumpang Pesawat Jatuh Dikumpulkan Tim SAR? Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mengapa Puing dan Barang Penumpang Pesawat Jatuh Dikumpulkan Tim SAR? Ini Penjelasannya
ILUSTRASI

MAROS—Dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, tim SAR tidak hanya mengevakuasi korban. Puing pesawat, serpihan badan pesawat, serta barang-barang milik penumpang juga dikumpulkan secara sistematis oleh Basarnas dan tim SAR gabungan sebagai bagian dari proses penanganan kecelakaan.

Nantinya puing pesawat menjadi bahan utama dalam proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Setiap bagian pesawat yang ditemukan, mulai dari potongan sayap, badan pesawat, hingga komponen mesin, digunakan untuk menelusuri apa yang terjadi sebelum pesawat jatuh di kawasan pegunungan tersebut.

Dari kondisi puing, penyelidik dapat menilai apakah pesawat mengalami kerusakan teknis, kegagalan mesin, kebakaran, atau benturan keras saat menghantam lereng Gunung Bulusaraung. Pola sebaran puing juga membantu mengetahui apakah pesawat masih dalam kondisi utuh atau sudah pecah sebelum menghantam permukaan.

Selain itu, puing pesawat juga menjadi petunjuk utama dalam pencarian black box atau kotak hitam pesawat. Perangkat ini menyimpan data penerbangan dan rekaman percakapan di kokpit yang sangat penting untuk mengetahui detik-detik terakhir sebelum kecelakaan terjadi. Posisi puing dan bagian tertentu dari pesawat kerap mengarah pada lokasi black box berada.

Selain untuk kepentingan teknis, barang-barang pribadi milik penumpang seperti dompet, kartu identitas, ponsel, jam tangan, dan perhiasan yang ditemukan di lokasi kejadian juga berperan dalam proses identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Seluruh barang yang ditemukan dicatat, diberi nomor, dan diamankan agar tidak hilang atau tertukar, sekaligus untuk memastikan barang milik korban dapat dikembalikan kepada keluarga secara resmi.

Puing pesawat dan barang penumpang juga memiliki nilai hukum. Temuan di lapangan digunakan dalam penyelidikan kecelakaan, proses asuransi, serta penentuan tanggung jawab pihak terkait.

Dalam konteks keselamatan penerbangan, data dari puing, barang penumpang, dan black box menjadi dasar evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan serta memperbaiki standar keselamatan penerbangan nasional. (berbagai sumber)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com