MAKASSAR—Angka kemiskinan di Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mencatat tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel melaporkan persentase penduduk miskin per September 2025 turun menjadi 7,43 persen atau setara 685,14 ribu jiwa. Capaian ini menjadi yang terendah sejak pandemi Covid-19 dan menandai perbaikan berkelanjutan kondisi sosial ekonomi masyarakat Sulsel.
Namun, di tengah penurunan kemiskinan tersebut, angka pengangguran justru mengalami kenaikan. BPS Sulsel mencatat, hingga November 2025 jumlah pengangguran bertambah 9,84 ribu orang, sehingga totalnya mencapai sekitar 220 ribu orang.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menilai kemiskinan dan pengangguran merupakan dua indikator yang memiliki sudut pandang berbeda. Menurutnya, angka pengangguran bersifat fluktuatif dan sangat dipengaruhi oleh dinamika lapangan kerja, khususnya sektor pekerjaan tidak tetap.
āYang paling penting, ketika kemiskinan turun, pada satu titik pasti akan bersamaan dengan turunnya pengangguran,ā kata Andi Sudirman kepada Herald Sulsel, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, sebagian pengangguran di Sulsel berasal dari pekerja proyek tahunan. Ketika proyek berakhir, para pekerja tersebut kembali tercatat sebagai pengangguran, sebelum terserap kembali saat proyek baru dimulai.
āBiasanya yang terdata pengangguran itu pekerja proyek tahunan. Nanti ada pekerjaan masuk lagi,ā ujarnya.
Gubernur juga menyoroti peran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama pada tahap awal pelaksanaan.
āProgram makan bergizi gratis ini menyerap banyak tenaga kerja,ā kata Andi Sudirman.
Selain itu, Pemprov Sulsel terus memperluas pembukaan lapangan kerja melalui proyek padat karya dan multi years. Sejumlah proyek infrastruktur seperti pembangunan irigasi dan rumah sakit mulai berjalan di berbagai daerah sepanjang 2026.
āKita perbanyak proyek padat karya. Ada pekerjaan multi years yang InsyaAllah tahun ini efektif berjalan. Kontrak-kontrak baru mulai masuk, itu akan menyerap tenaga kerja,ā tutupnya.
Dengan tren kemiskinan yang terus menurun dan perluasan proyek pembangunan, Pemprov Sulsel optimistis keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja dapat terus terjaga. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Yusril
Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.

















