🌙 Hari ke-4 Ramadhan 1447 H
Imsak04:42
Subuh04:52
Dzuhur12:19
Ashar15:30
Maghrib18:26
Isya19:36
News

Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan di Tol Reformasi Makassar, Diduga Aquaplaning Saat Hujan Deras

106
×

Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan di Tol Reformasi Makassar, Diduga Aquaplaning Saat Hujan Deras

Sebarkan artikel ini
kecelakaan
Kondisi mobil Toyota Toyota Raize putih bernomor polisi DD 1305 WA yang dikendari Istri Anggota DPRD Sulsel, Capt. Hariadi, usai mengalami kecelakaan di Tol Reformasi, Sabtu (21/2/2026)

MAKASSAR – Kabar duka menyelimuti keluarga besar DPRD Sulawesi Selatan. Wardana Mamung (47), istri anggota DPRD Sulsel Capt. Hariadi, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di ruas Tol Reformasi (Seksi IV) Makassar, Sabtu (21/2/2026) siang.

Insiden terjadi sekitar pukul 13.53 Wita di Kilometer 7.2, jalur menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Korban mengemudikan mobil Toyota Raize putih bernomor polisi DD 1305 WA dari arah barat ke timur menuju gerbang tol bandara.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Andi Husnaeni, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, kecelakaan diduga akibat fenomena aquaplaning saat hujan deras mengguyur Kota Makassar.

“Benar, telah terjadi laka lantas tunggal di Tol Reformasi Km 7.200. Kendaraan bergerak dari arah kota menuju bandara. Saat kejadian hujan sangat deras, diduga kendaraan mengalami aquaplaning sehingga pengemudi kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan serta pohon,” ujarnya.

Benturan keras membuat bagian depan dan samping kendaraan ringsek parah. Korban dilaporkan mengalami luka berat di bagian kepala dan tubuh akibat terjepit di kursi pengemudi. Ia sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, namun nyawanya tidak tertolong.

Kanit Lakalantas Polrestabes Makassar, IPTU Jerry, menjelaskan korban mengalami patah tulang lengan kanan atas, luka robek pada pipi kanan, serta cedera berat di kepala. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dievakuasi.

Dalam mobil tersebut, korban tidak sendirian. Putrinya berinisial SFA (19) turut menjadi penumpang dan selamat, namun mengalami patah tulang pada tangan kiri. Saat ini ia menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Makassar.

 

Untuk diketahui, Aquaplaning atau hydroplaning adalah kondisi ketika ban kendaraan tidak lagi menapak sempurna di permukaan jalan karena terangkat lapisan air. Saat hujan deras, genangan air yang cukup tebal dapat membuat ban kehilangan daya cengkeram (traksi), sehingga kendaraan meluncur di atas air dan sulit dikendalikan.

Dalam kondisi aquaplaning, setir terasa ringan, kendaraan bisa tiba-tiba oleng, dan rem tidak bekerja efektif. Risiko ini meningkat jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, kondisi ban sudah aus, atau tekanan angin ban tidak sesuai standar.

Karena itu, kepolisian mengimbau pengendara untuk menurunkan kecepatan maksimal hingga 60 km/jam saat hujan deras, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi ban dalam keadaan laik jalan guna menghindari risiko tergelincir akibat genangan air. (Ag4ys)

Konten dilindungi © Mediasulsel.com