MAKASSAR—Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, meninjau langsung area lahan di kawasan Pasar Panakkukang, Sabtu (14/3/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lahan yang direncanakan akan dikelola secara lebih modern sekaligus mengecek keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan tersebut.
Dalam kunjungan itu, Melinda didampingi Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, serta Camat Panakkukang Syahril bersama jajaran pengurus kecamatan. Turut hadir pula tim Makassar Creative Hub yang ikut melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan yang lebih tertata dan produktif.
Melinda menilai, pengelolaan lahan yang dilakukan secara terencana dapat memberi manfaat tidak hanya dari sisi penataan lingkungan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pasar.
“Lahan ini memiliki potensi besar jika dikelola secara modern dan terencana. Kita ingin memastikan pemanfaatannya ke depan bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus tetap memperhatikan aspek lingkungan,” ujarnya.
Selain meninjau kondisi fisik lahan, Melinda juga menekankan pentingnya memastikan legalitas lahan sebelum proses pengelolaan lebih lanjut dilakukan. Menurutnya, kepastian status hukum menjadi langkah awal yang penting agar pengembangan kawasan dapat berjalan secara tertib dan berkelanjutan.
“Kita ingin semuanya jelas terlebih dahulu dari sisi legalitas. Dengan begitu, setiap rencana yang disusun dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Melinda juga meninjau area Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekitar kawasan Pasar Panakkukang. Ia menilai keberadaan RTH sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menyediakan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Ke depan, Melinda berharap kawasan tersebut dapat ditata dengan konsep yang lebih modern, ramah lingkungan, dan terintegrasi dengan kebutuhan warga. Melalui kolaborasi berbagai pihak, ia optimistis pengelolaan kawasan ini dapat menjadi contoh penataan ruang yang produktif dan berkelanjutan di Kota Makassar. (70n/4dv)














