MAKASSAR—Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Islam Sulselbar (AMPIS) menggelar aksi unjuk rasa di flyover Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Minggu (15/3/2026). Massa mendesak pemerintah Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Dalam orasinya, Nawiruddin selaku Koordinator Gema Pembebasan Kota Makassar menyatakan, masuknya Indonesia dalam Board of Peace dinilai bertentangan dengan prinsip dasar negara.
“Masuknya negeri ini dalam Board of Peace adalah bentuk pengingkaran dari prinsip negeri ini bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” kata Nawiruddin dalam orasinya.
Sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa dan komunitas juga menyampaikan pandangan serupa dalam aksi tersebut. Di antaranya Bung Thamrin dari BEM UNM Makassar, Aji Sukman dari Komunitas Literasi Makassar, serta Ince Syaiful Islam yang mewakili santri wilayah Galesong.
Mereka menilai Board of Peace merupakan bagian dari rencana Amerika Serikat untuk melanggengkan penjajahan di berbagai belahan dunia.

Aliansi Mahasiswa Pemuda Islam Sulselbar menyatakan akan terus mengawal isu tersebut hingga pemerintah Indonesia memberikan jawaban terkait tuntutan agar keluar dari Board of Peace.
Aksi berlangsung lancar dan damai. Di akhir kegiatan, koordinator lapangan merapatkan barisan massa untuk membacakan pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Pemuda Islam Sulselbar.
Aksi kemudian ditutup dengan doa bersama sebelum massa membubarkan diri secara tertib. (*)









