PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Makassar

AMPIS Tolak Wacana Pengiriman TNI di Bawah Komando AS

133
×

AMPIS Tolak Wacana Pengiriman TNI di Bawah Komando AS

Sebarkan artikel ini
AMPIS Tolak Wacana Pengiriman TNI di Bawah Komando AS
Aliansi Mahasiswa Pemuda Islam Sulselbar (AMPIS) menggelar aksi unjuk rasa damai di pertigaan Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Minggu (1/3/2026), menyatakan penolakan terhadap rencana keterlibatan personel TNI dalam Board of Peace (BoP) jika berada di bawah kendali Amerika Serikat.

MAKASSAR—Aliansi Mahasiswa Pemuda Islam Sulselbar (AMPIS) menggelar aksi unjuk rasa damai di pertigaan Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Minggu (1/3/2026), menyatakan penolakan terhadap rencana keterlibatan personel TNI dalam Board of Peace (BoP) jika berada di bawah kendali Amerika Serikat.

Aksi yang berlangsung di tengah Ramadan itu dimulai pukul 14.00 WITA dan diikuti sekitar 120 mahasiswa dan pemuda. Massa membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan luar negeri Barat serta tuntutan agar militer Indonesia tetap independen dari pengaruh asing.

Dalam orasinya, peserta aksi menyampaikan bahwa TNI harus berfungsi sebagai pelindung kedaulatan nasional dan tidak ditempatkan di bawah komando pihak luar. Mereka juga menilai misi perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat kerap menjadi instrumen kepentingan geopolitik dan ekonomi di wilayah negara-negara muslim.

Peserta aksi memandang penempatan tentara di bawah komando asing sebagai bentuk pelemahan terhadap marwah institusi militer dan prinsip ideologis yang mereka yakini.

“Militer kita adalah perisai umat, bukan instrumen penjaga hegemoni pihak luar,” ujar salah satu orator di tengah aksi.

Menjelang penutupan, koordinator lapangan membacakan pernyataan sikap resmi yang turut disisipi dialek khas Makassar sebagai ekspresi lokal. Aksi berakhir sekitar pukul 15.30 WITA. Massa membubarkan diri secara tertib setelah pembacaan doa bersama tanpa menimbulkan gangguan arus lalu lintas yang berarti di kawasan Pettarani. (*)

AMPIS Tolak Wacana Pengiriman TNI di Bawah Komando AS
Aliansi Mahasiswa Pemuda Islam Sulselbar (AMPIS) menggelar aksi unjuk rasa damai di pertigaan Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Minggu (1/3/2026), menyatakan penolakan terhadap rencana keterlibatan personel TNI dalam Board of Peace (BoP) jika berada di bawah kendali Amerika Serikat.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com