MAKASSAR—Aliansi Mahasiswa Pemuda Islam Sulselbar (AMPIS) menggelar aksi unjuk rasa damai di pertigaan Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Minggu (1/3/2026), menyatakan penolakan terhadap rencana keterlibatan personel TNI dalam Board of Peace (BoP) jika berada di bawah kendali Amerika Serikat.
Aksi yang berlangsung di tengah Ramadan itu dimulai pukul 14.00 WITA dan diikuti sekitar 120 mahasiswa dan pemuda. Massa membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan luar negeri Barat serta tuntutan agar militer Indonesia tetap independen dari pengaruh asing.
Dalam orasinya, peserta aksi menyampaikan bahwa TNI harus berfungsi sebagai pelindung kedaulatan nasional dan tidak ditempatkan di bawah komando pihak luar. Mereka juga menilai misi perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat kerap menjadi instrumen kepentingan geopolitik dan ekonomi di wilayah negara-negara muslim.
Peserta aksi memandang penempatan tentara di bawah komando asing sebagai bentuk pelemahan terhadap marwah institusi militer dan prinsip ideologis yang mereka yakini.
“Militer kita adalah perisai umat, bukan instrumen penjaga hegemoni pihak luar,” ujar salah satu orator di tengah aksi.
Menjelang penutupan, koordinator lapangan membacakan pernyataan sikap resmi yang turut disisipi dialek khas Makassar sebagai ekspresi lokal. Aksi berakhir sekitar pukul 15.30 WITA. Massa membubarkan diri secara tertib setelah pembacaan doa bersama tanpa menimbulkan gangguan arus lalu lintas yang berarti di kawasan Pettarani. (*)














