MAKASSAR—Di tengah sorotan publik terkait pengadaan mobil dinas Gubernur berupa Lexus LM, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya buka suara.
Pemprov Sulsel menegaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut bukan bentuk kemewahan, melainkan bagian dari langkah efisiensi dalam pengelolaan aset daerah.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya berbagai pemberitaan yang memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Sulsel, Muhammad Salim Basmin, Sabtu (11/4/2026) menjelaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan aset resmi daerah yang diadakan pada 2025 dan telah tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD).
“Pengadaan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian dari langkah efisiensi pengelolaan aset daerah,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini Pemprov Sulsel justru terbebani dengan biaya pemeliharaan ratusan kendaraan dinas yang sudah berusia tua dan tidak lagi ekonomis untuk digunakan.
Karena itu, pemerintah lebih dulu melakukan penataan dengan melepas ratusan kendaraan lama melalui mekanisme lelang resmi.
“Mobil-mobil yang dijual telah memenuhi syarat umur dan biaya operasionalnya terus meningkat,” jelasnya.
Sejumlah kendaraan yang dilepas antara lain enam unit Alphard, serta berbagai jenis lain seperti Innova, Pajero, hingga ratusan unit kendaraan dinas lainnya.
Langkah tersebut kemudian diikuti dengan pengadaan kendaraan baru, termasuk Lexus LM senilai sekitar Rp2 miliar pada 2025.
Salim menegaskan, kebijakan ini diambil setelah melalui pertimbangan strategis, khususnya dalam menekan beban anggaran jangka panjang sekaligus meningkatkan efektivitas operasional pemerintahan.
“Kendaraan ini dipilih dengan mempertimbangkan aspek efektivitas, sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas secara lebih optimal,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan kendaraan tersebut sepenuhnya untuk kepentingan kedinasan, terutama dalam mendukung layanan protokoler dan mobilitas gubernur.
Di akhir keterangannya, Pemprov Sulsel mengimbau masyarakat untuk tidak langsung terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh.
“Kami mengajak masyarakat menyikapi informasi secara bijak dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya. (Y5l/Ag4ys)
Citizen Reporter: Yusril
Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.













