BARRU—Setelah bertahun-tahun pembangunan berlangsung, jalur Kereta Api lintas Barru-Palanro akhirnya memasuki tahap penting. Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) menjadwalkan uji coba operasional lintasan tersebut pada 18 Juni 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju layanan transportasi yang dapat digunakan masyarakat.
Menjelang pelaksanaan uji coba, berbagai instansi terkait mulai mematangkan koordinasi untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai rencana. Sosialisasi dan rapat koordinasi digelar pada Senin (8/6/2026), ditandai dengan perjalanan menggunakan Kereta Inspeksi dari Stasiun Mandai menuju Stasiun Palanro.
Uji coba ini tidak hanya menguji kesiapan jalur rel dan sarana perkeretaapian, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan seluruh sistem pendukung berfungsi optimal. Mulai dari keselamatan perjalanan, kesiapan stasiun, integrasi layanan transportasi, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi bagian yang harus dipastikan berjalan tanpa hambatan.
Sejumlah pihak menilai masih terdapat tantangan yang perlu diantisipasi sebelum operasional penuh dilakukan. Di antaranya kesiapan akses menuju stasiun, pemahaman masyarakat terhadap keberadaan jalur kereta api, sistem pelayanan penumpang, serta koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam pengelolaan kawasan perlintasan.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan, Dr. Ismu Iskandar, yang turut mengikuti kegiatan tersebut, sebagaimana dikutip dari ombusman.go.id, mengingatkan bahwa keberhasilan layanan kereta api tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kesiapan pelayanan kepada pengguna juga menjadi faktor penting yang harus mendapat perhatian.
Ia menekankan bahwa potensi kendala harus diidentifikasi sejak tahap persiapan agar tidak menimbulkan gangguan ketika layanan mulai beroperasi. Informasi yang jelas kepada masyarakat, standar keselamatan, serta mekanisme pelayanan yang mudah diakses dinilai menjadi aspek yang perlu dipastikan lebih awal.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, menilai kehadiran jalur kereta api Barru-Palanro dapat menjadi salah satu penggerak konektivitas baru di Sulawesi Selatan. Namun, keberhasilan program tersebut tetap bergantung pada kesiapan seluruh pihak dalam mengelola operasional dan pelayanan secara berkelanjutan.
Uji coba pada 18 Juni mendatang akan menjadi penentu sejauh mana kesiapan lintas Barru-Palanro sebelum melangkah ke tahap operasional yang lebih luas. Hasil evaluasi dari tahapan ini diperkirakan menjadi dasar untuk menyempurnakan berbagai aspek teknis maupun pelayanan demi menghadirkan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan efektif bagi masyarakat. (Ag4ys)










