LUWU — Di tengah gempuran gadget dan media sosial yang kian mendominasi kehidupan anak-anak, Pemerintah Kabupaten Luwu memilih memperkuat benteng literasi. Salah satunya melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Luwu yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan selama dua hari, 10-11 Juni 2026.
Ajang ini bukan sekadar perlombaan bercerita. Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai SD, MI hingga lembaga pendidikan nonformal tersebut menjadi upaya nyata menumbuhkan minat baca sekaligus melatih kemampuan komunikasi generasi muda sejak usia dini.
Lomba secara resmi dibuka Bunda Literasi Kabupaten Luwu, Hj. Kurniyah, Rabu (10/6/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan kemampuan bertutur merupakan bagian penting dari penguatan literasi karena mampu membentuk kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan melatih anak menyampaikan gagasan secara efektif.
Menurutnya, anak-anak yang gemar membaca akan lebih mudah mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi. Karena itu, kegiatan literasi harus terus diperkuat agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menyampaikan ide dan pengetahuan kepada orang lain.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu, Ir. H. Saiful Abdul Latief, menyebut lomba bertutur menjadi salah satu program strategis daerah dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik didorong untuk mencintai buku, memahami isi bacaan, lalu menyajikannya kembali secara menarik di depan publik.
Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu. Kepala Dinas Pendidikan, Andi Palanggi, menilai lomba bertutur dapat menjadi ruang pembinaan bakat sekaligus mempererat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun budaya baca yang berkelanjutan.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran para juri yang berpengalaman di bidang literasi dan kepustakawanan diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang objektif dan profesional.
Menariknya, ajang ini juga melibatkan peserta dari Lembaga Bimbingan Belajar Latansa. Pengelolanya, Epi Aresih Tansal, menilai lomba bertutur menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik sejak dini.
Antusiasme peserta, guru, orang tua, dan berbagai lembaga pendidikan menjadi sinyal bahwa gerakan literasi di Kabupaten Luwu terus tumbuh. Pemerintah daerah berharap dari ajang ini lahir generasi yang gemar membaca, cakap berkomunikasi, dan mampu menjadi duta literasi yang membawa nama baik Luwu di tingkat yang lebih tinggi. (Ag4ys)













