CIANJUR — Tangis haru dan kesedihan mengiringi pembongkaran ratusan kios di kawasan wisata Puncak-Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (13/6/2026). Bagi para pedagang, bangunan yang diratakan itu bukan sekadar kios, melainkan tempat mereka menggantungkan hidup selama puluhan tahun.
Sebagaimana dilansir dari Berita Satu, sejumlah pedagang terlihat tak kuasa menahan air mata saat alat berat mulai merobohkan kios-kios yang selama ini menjadi sumber nafkah keluarga. Banyak di antara mereka mengaku kehilangan arah karena belum memiliki pekerjaan maupun sumber penghasilan pengganti.
Salah seorang pedagang, Yanti, mengaku telah berjualan di kawasan tersebut selama lebih dari 20 tahun. Dari usahanya itu, ia membiayai kebutuhan rumah tangga hingga pendidikan anak-anaknya.
“Sudah lebih dari 20 tahun saya bekerja di sini. Dari sini saya menghidupi keluarga. Sekarang sudah tidak ada, saya tidak tahu harus kerja di mana lagi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Yanti, sebagian besar pedagang dan pekerja di kawasan Puncak-Cipanas berasal dari kalangan ekonomi kecil. Banyak di antaranya merupakan janda, anak yatim, hingga kepala keluarga yang seluruh penghasilannya bergantung pada aktivitas perdagangan di lokasi tersebut. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menghadirkan solusi berupa lapangan kerja atau bantuan modal usaha.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan wisata Puncak-Cipanas. Sebanyak 163 kios ditertibkan di tiga titik, yakni kawasan Cikumpul, Kecap Botol, dan rest area Segar Alam.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Cianjur, Arief Purnawan, menjelaskan bangunan yang dibongkar berada di ruang milik jalan sehingga tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang. Pemerintah juga memberikan kompensasi sekitar Rp10 juta kepada setiap pedagang terdampak sebagai modal awal untuk memulai usaha di tempat lain.
Pemkab Cianjur berencana menata ulang kawasan yang telah ditertibkan guna mempercantik destinasi wisata Cipanas sekaligus mengurangi kemacetan di jalur Puncak. Namun bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha, harapan terbesar saat ini bukan sekadar ganti rugi, melainkan kepastian untuk kembali mendapatkan penghidupan bagi keluarga mereka. (Ag4ys/B-Network)







