SIDRAP – Di tengah semakin masifnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di kalangan pelajar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi literasi digital bagi siswa MTs DDI Al Barakah Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Melalui program bertajuk “AI-Gen Z: Sosialisasi dan Pemanfaatan Artificial Intelligence secara Bijak dan Kreatif”, para siswa diajak memahami AI sebagai pendukung proses belajar, bukan sekadar alat untuk memperoleh jawaban secara instan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama MTs DDI Al Barakah pada Rabu (23/7/2026) itu diikuti siswa kelas VII, VIII, dan IX. Sosialisasi digelar sebagai upaya membekali pelajar dengan pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara bertanggung jawab di era digital.
Agar materi mudah dipahami, mahasiswa KKN Unhas mengemas kegiatan secara interaktif melalui sesi ice breaking, permainan edukatif, penyampaian materi, hingga kuis seputar konsep dasar AI dan batasan penggunaannya dalam kegiatan belajar.
Melalui keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Minggu (26/7/2026), penanggung jawab program, Kharina Puspita Ningrum, mengatakan metode game-based learning dipilih agar suasana belajar lebih menyenangkan sekaligus mendorong siswa aktif berdiskusi.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap siswa dapat lebih bijak dalam menggunakan AI, menjadikannya sebagai sarana belajar, serta mengembangkan kreativitas berpikir untuk menghasilkan ide-ide penulisan bersama teman-teman,” ujar Kharina.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan pandangan mereka mengenai penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Menurutnya, AI tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mencari jawaban, tetapi juga berfungsi sebagai pendamping belajar di rumah selama digunakan secara proporsional.

“Sosialisasi ini membuat saya mengetahui bagaimana cara yang bijak menggunakan AI. Selain meminta jawaban, saya dapat menjadikan AI sebagai guru privat ketika di rumah, tetapi tidak lupa juga bahaya jika keseringan dan berlebihan menggunakan AI,” ungkapnya.
Melalui program kerja individu ini, mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 berharap budaya literasi digital yang sehat dapat tumbuh di lingkungan sekolah. Pemanfaatan teknologi AI diharapkan berjalan seiring dengan penguatan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemandirian belajar siswa. Kegiatan ditutup dengan kuis berhadiah dan sesi foto bersama mahasiswa KKN, pihak sekolah, serta seluruh peserta. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter : Rezky Aulia (mahasiswa Ilmu Kimia Unhas)













