PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Lapas Polewali Buka Lakon Jersipas, WBP Bisa Konsultasi Soal Remisi Hingga BebasJalan Aroepala Mulai Dibuka, Beton 40 Cm Jadi Andalan Hadapi BanjirPerang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Lapas Polewali Buka Lakon Jersipas, WBP Bisa Konsultasi Soal Remisi Hingga BebasJalan Aroepala Mulai Dibuka, Beton 40 Cm Jadi Andalan Hadapi BanjirPerang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea Dipertanyakan
Media Kampus

Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Budaya Kelola Sampah di SMKN 8 Sidrap Lewat Program Eco Key

45
×

Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Budaya Kelola Sampah di SMKN 8 Sidrap Lewat Program Eco Key

Sebarkan artikel ini
edukasi pengelolaan sampah
Mahasiswa KKN Tematik Unhas mengajak murid SMKN 8 Sidrap untuk membangun budaya peduli lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah dan praktik daur ulang yang melibatkan siswa secara langsung, Senin (20/7/2026). (Foto: Muh. Fakhrizal)

SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menuntaskan program unggulan Eco Key di SMKN 8 Sidenreng Rappang (Sidrap). Program ini menjadi upaya membangun budaya peduli lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah dan praktik daur ulang yang melibatkan siswa secara langsung.

Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Sabtu (1/8/2026) kegiatan yang berlangsung selama dua pekan dalam dua kali pertemuan ini, difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah sekaligus mendorong lahirnya kebiasaan ramah lingkungan di lingkungan sekolah.

Melalui program Eco Key, mahasiswa KKN-T Unhas mengajak siswa memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Dalam sesi edukasi yang digelar pada 20 Juli 2026, siswa diberikan materi mengenai klasifikasi sampah organik, anorganik, hingga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), beserta cara penanganannya.

Tak hanya memberikan teori, mahasiswa juga mengajak siswa mempraktikkan konsep upcycling dengan mengolah tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci bernilai guna. Kegiatan ini bertujuan menunjukkan bahwa limbah plastik masih memiliki nilai ekonomis apabila dikelola secara kreatif.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SMKN 8 Sidrap, Nahruddin, menyebut Eco Key sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga berkarakter serta peduli terhadap lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan dedikasi mahasiswa KKN-T Unhas melalui program Eco Key. Kehadiran mereka memberikan energi baru dan pengalaman belajar yang sangat bermanfaat bagi siswa dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Nahruddin.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Mereka aktif mengikuti edukasi, mengumpulkan tutup botol bekas, hingga mengolahnya menjadi produk sederhana yang memiliki nilai manfaat. Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal membentuk kebiasaan mengurangi limbah plastik di lingkungan sekolah.

Bagi mahasiswa KKN-T Unhas, Eco Key menjadi bukti bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah. Mereka berharap program ini dapat terus dilanjutkan oleh pihak sekolah dan menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai inovasi pengelolaan sampah di Kabupaten Sidrap. (Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter: Muh. Fakhrizal (Mahasiswa Peternakan Unhas)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com