SIDRAP – Meningkatnya kasus rabies di Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi “Rabies Smart Kids” bagi siswa sekolah dasar sebagai upaya memperkuat pencegahan penyakit zoonosis sejak usia dini.
Program yang menyasar siswa kelas IV, V, dan VI di UPT SD Negeri 1 Timoreng Panua dan UPT SD Negeri 2 Timoreng Panua itu diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Unhas, Sri Rahmadani, dengan mengusung pendekatan One Health, yakni kolaborasi antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit.
Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi masih ditemukannya kasus rabies di Desa Bulo dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Puskesmas Panca Rijang, tercatat dua kasus pada 2024, meningkat menjadi empat kasus pada 2025, dan hingga 2026 telah ditemukan satu kasus. Kondisi tersebut menunjukkan rabies masih menjadi ancaman yang memerlukan upaya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa mengenai rabies. Selanjutnya, materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, pemutaran video edukasi, tebak gambar, sesi tanya jawab, serta kuis yang dirancang agar siswa lebih mudah memahami cara mencegah rabies dan langkah yang harus dilakukan apabila mengalami gigitan hewan.
Di akhir kegiatan, siswa mengikuti post-test sebagai evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah menerima materi edukasi.
Sebagai penguatan pesan kesehatan, Sri Rahmadani juga memasang poster edukasi tentang pencegahan rabies di setiap ruang kelas sasaran dan mading sekolah. Media tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagai sarana pembelajaran setelah program KKN berakhir.
“Melalui program Rabies Smart Kids, kami berharap siswa memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai rabies, memahami cara berinteraksi dengan hewan secara aman, serta mengetahui langkah yang tepat apabila terjadi gigitan hewan. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga kesadaran terhadap pencegahan rabies semakin meningkat,” ujar Sri Rahmadani.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian edukasi. Mereka aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, mengikuti permainan tebak gambar, hingga berpartisipasi dalam kuis yang dikemas secara menyenangkan.
Melalui program Rabies Smart Kids, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap edukasi sejak dini dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya rabies dan pentingnya pencegahan penyakit zoonosis. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung pengendalian rabies di masyarakat serta berkontribusi terhadap target Indonesia Bebas Rabies 2030.(Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Erina Aurel Zalzabilah (Mahasiswa Farmasi Unhas)













