MAKASSAR—Kekeringan mulai mengancam lahan persawahan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulsel menyiapkan bantuan sumur bor dan pompa air bagi petani yang kesulitan mendapatkan pasokan air saat musim tanam.
Kebijakan ini menjadi bagian dari tindakan darurat Pemprov Sulsel menghadapi dampak El Nino yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Lahan persawahan yang mengalami kekeringan menjadi prioritas penerima bantuan.
Gubernur Sulsel mengatakan pemerintah tidak ingin petani menghadapi kekeringan seorang diri. Bantuan disiapkan agar lahan yang masih memungkinkan untuk ditanami tetap mendapatkan dukungan pengairan.
“Bagi petani yang membutuhkan bantuan, pengajuan dapat dilakukan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) atau Dinas Pertanian setempat,” ujar Gubernur Sulsel.
Pemprov Sulsel juga membuka layanan pengajuan bantuan melalui WhatsApp di nomor 0852-9191-7071 dan 0852-5516-6995. Petani yang lahannya mulai kekeringan diminta segera melaporkan kondisi tersebut agar kebutuhan di lapangan dapat dipetakan.
Bantuan sumur bor atau pompa air nantinya diarahkan untuk membantu mengatasi keterbatasan sumber air di lahan persawahan. Kecepatan pelaporan dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum kekeringan semakin berdampak terhadap tanaman.
Ancaman kekeringan bukan hanya soal sawah yang kehilangan air. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berujung pada terganggunya musim tanam, turunnya produktivitas petani hingga memengaruhi pasokan pangan daerah.
Karena itu, Pemprov Sulsel menempatkan penanganan kekeringan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus melindungi petani dari dampak El Nino.
Petani yang membutuhkan bantuan tidak perlu menunggu kondisi sawah semakin parah. Pengajuan dapat segera disampaikan melalui PPL, Dinas Pertanian setempat, atau layanan WhatsApp yang disediakan Pemprov Sulsel. (*)














