MAKASSAR — Sebanyak 3.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Makassar mendapat peluang untuk diperbaiki melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Anggota DPR RI Komisi V, Hamka B. Kadi, meminta pemerintah kelurahan bergerak cepat mendata warga yang memenuhi syarat.
Hal itu disampaikan Hamka saat menghadiri peresmian hasil program BSPS di Jalan Nuri Baru Lorong 314 RT 01 RW 05, Kelurahan Bontorannu, Sabtu (5/9/2026). Kedatangannya disambut meriah warga dengan dentuman gendang adat Tunrung Pakanjara’.
Hamka mengatakan BSPS merupakan bentuk komitmen pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut diharapkan membuat warga dapat menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan aman.
“Program BSPS ini adalah upaya pemerintah meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang tidak layak huni, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah, agar bisa lebih sejahtera dan hidup sehat bahagia bersama keluarga,” tegas Hamka.
Ia juga menyampaikan adanya rencana penyederhanaan persyaratan bantuan. Warga tidak lagi harus memiliki sertifikat tanah untuk mengakses program tersebut. Surat keterangan dari lurah mengenai kepemilikan atau alas hak atas tanah dan bangunan yang ditempati dapat menjadi salah satu dasar pengajuan. Nilai bantuan juga disebut akan dinaikkan menjadi Rp23 juta.
Di Kelurahan Bontorannu sendiri, masih terdapat sejumlah kawasan yang membutuhkan perhatian. Lurah Bontorannu, Ishaq, S.E., mengatakan rumah tidak layak huni masih ditemukan, terutama di RW 01 dan RW 02. Persoalan kepemilikan lahan menjadi salah satu kendala karena beberapa rumah warga berdiri di atas lahan milik PT GMTD.
Dari sisi pelaksanaan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Abdullah, S.T., menjelaskan aturan terbaru memberikan ruang yang lebih fleksibel. Jika sebelumnya mengacu pada Kepmen PKP Nomor 10 Tahun 2025, pelaksanaan kini menggunakan Kepmen PKP Nomor 6 Tahun 2026 dengan persyaratan yang lebih sederhana.
“Persyaratannya sekarang lebih sederhana, cukup satu komponen yang terpenuhi—misalnya perbaikan atap saja—namun tetap memperhatikan secara keseluruhan kondisi Aladin (Atap, Lantai, dan Dinding),” jelas Abdullah.
Program tersebut dirasakan langsung warga Bontorannu. Hasniah Dg. Lino, salah seorang penerima manfaat, mengaku bersyukur setelah rumahnya selesai diperbaiki. Sebelum mendapatkan bantuan, rumahnya mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap.
“Sangat senang ada program ini. Dulu rumah saya dindingnya penuh tambalan seng dan plastik, atapnya bocor di mana-mana. Tapi sekarang Alhamdulillah, sudah rapi dan terasa lebih sehat,” tuturnya.
Mewakili warga, Ketua RW 05 Mallarangan menyampaikan apresiasi kepada Hamka B. Kadi atas perhatian terhadap kebutuhan hunian warga. Kegiatan kemudian ditutup dengan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian rumah hasil program BSPS di Kelurahan Bontorannu. Hadir pula Koordinator BSPS Kota Makassar Aswanni, Tim Pendamping Kelurahan Andi Ismi, jajaran RT/RW, serta warga setempat. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Yusril Irhaz










