PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Setahun Butuh 2.200 Kantong Darah, PMI Toraja Utara Serukan Gerakan Donor TetapDugaan “Peternak Siluman” di Rombongan Bupati Bone, Pemkab Diminta Buka DataLahir di RSUD Jeneponto, Akta Kelahiran Tak Lagi Harus Antre di DukcapilAntrean BBM Padat, Pertamina Tambah 16 SPBU 24 Jam di MakassarBBM-LPG Sulsel Bikin Warga Menjerit, JMSI Sebut Terparah Sepanjang Indonesia MerdekaFEB UNUSIA dan FEB UMI Kunci 42 Agenda Kerja Sama, dari Riset hingga Kurikulum OBEPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Setahun Butuh 2.200 Kantong Darah, PMI Toraja Utara Serukan Gerakan Donor TetapDugaan “Peternak Siluman” di Rombongan Bupati Bone, Pemkab Diminta Buka DataLahir di RSUD Jeneponto, Akta Kelahiran Tak Lagi Harus Antre di DukcapilAntrean BBM Padat, Pertamina Tambah 16 SPBU 24 Jam di MakassarBBM-LPG Sulsel Bikin Warga Menjerit, JMSI Sebut Terparah Sepanjang Indonesia MerdekaFEB UNUSIA dan FEB UMI Kunci 42 Agenda Kerja Sama, dari Riset hingga Kurikulum OBE
Jeneponto

Lahir di RSUD Jeneponto, Akta Kelahiran Tak Lagi Harus Antre di Dukcapil

16
×

Lahir di RSUD Jeneponto, Akta Kelahiran Tak Lagi Harus Antre di Dukcapil

Sebarkan artikel ini
Penandatangan PKS RSUD Jeneponto
Penandatanganan kerjasama antara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jeneponto, tentang pengintegrasian layanan administrasi kependudukan, Kamis (10/9/2026). (Foto: Kahar Sese)

JENEPONTO Urusan administrasi kependudukan yang selama ini identik dengan antrean di kantor pemerintahan mulai dipangkas di Jeneponto. Kini, warga bisa mengurus dokumen kependudukan langsung dari rumah sakit.

Terobosan itu ditandai dengan kerja sama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jeneponto dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, Kamis (10/9/2026).

Kerja sama tersebut mengintegrasikan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) dengan pelayanan rumah sakit, terutama untuk penerbitan akta kelahiran bagi bayi yang baru lahir.

Tak berhenti pada bayi baru lahir, layanan ini juga menyasar pasien yang tengah menjalani perawatan tetapi belum memiliki identitas kependudukan. Melalui pelayanan Adminduk di rumah sakit, persoalan identitas tersebut dapat ditangani tanpa pasien maupun keluarga harus bolak-balik ke kantor Dukcapil.

Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto, Dr. Mustaufiq, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memangkas rantai birokrasi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh hak pelayanan publik tanpa terkendala persoalan administrasi.

“Ini merupakan langkah strategis guna mewujudkan layanan publik yang inklusif dan paripurna melalui program REWATA atau Rekam Cetak Warga Sampai Tuntas,” kata Mustaufiq.

Menurut dia, integrasi layanan di RSUD Lanto Daeng Pasewang membuat orang tua bayi yang baru lahir tidak perlu lagi mengurus dokumen kependudukan secara terpisah ke kantor Dukcapil. Proses pengurusan dapat dilakukan melalui layanan yang tersedia di rumah sakit.

Bagi pasien yang belum memiliki identitas resmi, petugas Dukcapil juga dapat melakukan pelayanan secara langsung atau on the spot. Dengan begitu, kebutuhan data kependudukan dapat segera dituntaskan untuk mendukung proses pelayanan medis dan administrasi pasien.

RSUD Jeneponto
Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang, drg. Irawati bersama Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto, Dr. Mustaufiq, menunjukan naskah Perjanjian Kerjasama guna mewujudkan layanan publik yang inklusif dan paripurna melalui program REWATA, Kamis (10/9/2026). (Foto: Kahar Sese)

Mustaufiq bersama jajaran pejabat Dukcapil Jeneponto mendatangi RSUD Lanto Daeng Pasewang untuk memastikan implementasi kerja sama tersebut. Rombongan diterima Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang, drg. Irawati, bersama jajaran wakil direktur.

Kolaborasi Dukcapil dan RSUD ini sekaligus menempatkan pelayanan publik lebih dekat dengan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap pola tersebut menjadi model pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga humanis, inklusif dan mampu menyelesaikan persoalan warga di tempat mereka membutuhkan layanan. (5353)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com