MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memborong dua penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Claro Makassar, Jumat (18/9/2026) malam.
Dua penghargaan tersebut diraih Makassar melalui kategori Implementasi Program Tiga Juta Rumah dan Akses terhadap Layanan Pendidikan.
Pada kategori Program Tiga Juta Rumah, Makassar menempati posisi terbaik pertama sekaligus memperoleh bantuan untuk 300 unit rumah. Sementara pada kategori Akses terhadap Layanan Pendidikan, Makassar berada di posisi terbaik kedua dengan apresiasi senilai Rp1,5 miliar.
Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bagian dari pemberian insentif fiskal kepada pemerintah daerah berdasarkan capaian sejumlah indikator kinerja.
Menurut Tito, ajang tersebut juga menjadi gambaran mengenai kapasitas pemerintah daerah dalam menjalankan program dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dan juga ini menjadi bukti malam ini bahwa cukup banyak kepala-kepala daerah yang bagus-bagus,” kata Tito.
Ia meminta pemerintah daerah yang memperoleh insentif memanfaatkannya untuk memperkuat program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mempertahankan capaian yang telah diraih.
“Bagi yang sudah dapat, manfaatkan anggaran tersebut, pertahankan prestasinya,” ujarnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya Pemkot Makassar memastikan layanan dasar dapat diakses masyarakat, khususnya di sektor perumahan dan pendidikan.
“Pelayanan yang dilakukan pemerintah untuk memastikan layanan-layanan dasar itu bisa sampai dengan baik ke masyarakat,” kata Munafri.
Munafri menegaskan, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai penghargaan. Pemkot Makassar akan menjadikannya sebagai pemicu untuk memperkuat pelayanan, terutama di wilayah yang masih menghadapi persoalan akses.
Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian. Menurutnya, tantangan terbesar berada di sejumlah wilayah kepulauan yang membutuhkan perhatian terhadap tenaga pendidik maupun infrastruktur sekolah.
“Bagaimana mengelola pendidikan yang ada di pulau terpencil, memperhatikan tenaga-tenaga pendidik, infrastruktur pendidikan. Ini yang harus kita genjot untuk memastikan layanan ini benar-benar bisa diterima manfaatnya oleh masyarakat yang ada di Kota Makassar,” jelasnya.
Sementara bantuan 300 unit rumah yang diterima Makassar dalam kategori Program Tiga Juta Rumah akan diarahkan untuk program bedah rumah sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
“Itu 300 unit adalah bedah rumah,” tegas Munafri.
Selain pendidikan dan perumahan, Munafri menyebut Pemkot Makassar juga akan memperkuat sektor pelayanan dasar lainnya. Dua di antaranya adalah pengelolaan lingkungan melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.
“Pemerintah Kota Makassar terus akan meningkatkan pola-pola pelayanan yang ada. Tadi ada tentang gerakan ASRI. Ya kita akan mencoba bagaimana kita mengelola lingkungan yang ada di Kota Makassar. Yang lain juga harus ditingkatkan,” pungkasnya. (70n)













