PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 16 Hari Dirawat, Korban Dugaan Penganiayaan di Toraja Utara Kian Sulit Berkomunikasi • Rumah Warga Sudah Dirobohkan, Material Program BSPS di Bone Tak Kunjung Datang • Mengapa Demokrasi Lokal Kehilangan Daya Kritis? • Modal Rp4,5 Juta, Bisnis Nasi Kotak dan Rice Bowl Rp10 Ribu Layak Dicoba • Pemkot Makassar Tertibkan Ternak dan Kandang Babi di Panaikang • Desil KIP Kuliah 2026 Tidak Sesuai? Begini Cara Mengajukan Perubahan Data • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 16 Hari Dirawat, Korban Dugaan Penganiayaan di Toraja Utara Kian Sulit Berkomunikasi • Rumah Warga Sudah Dirobohkan, Material Program BSPS di Bone Tak Kunjung Datang • Mengapa Demokrasi Lokal Kehilangan Daya Kritis? • Modal Rp4,5 Juta, Bisnis Nasi Kotak dan Rice Bowl Rp10 Ribu Layak Dicoba • Pemkot Makassar Tertibkan Ternak dan Kandang Babi di Panaikang • Desil KIP Kuliah 2026 Tidak Sesuai? Begini Cara Mengajukan Perubahan Data •
Bone

Rumah Warga Sudah Dirobohkan, Material Program BSPS di Bone Tak Kunjung Datang

8
×

Rumah Warga Sudah Dirobohkan, Material Program BSPS di Bone Tak Kunjung Datang

Sebarkan artikel ini
Camat Sibulue
Camat Sibulue, Sainal Abidin (kanan) saat meninjau salah satu rumah penerima manfaat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). (Foto: Asrul Rahman)

BONE – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kabupaten Bone menuai sorotan. Sejumlah penerima bantuan di Kecamatan Sibulue disebut belum menerima material bangunan, meski rumah mereka sudah terlanjur dirobohkan.

Kondisi ini membuat Camat Sibulue, Sainal Abidin, geram. Ia mempertanyakan lambannya penyaluran material yang dijanjikan pendamping program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sementara warga sudah berada dalam kondisi sulit akibat rumahnya dibongkar.

Sainal mengaku telah menghubungi dua pendamping program di Kecamatan Sibulue, yakni Andi Hariani dan Andi Rizal. Namun, ia menerima jawaban berbeda terkait kepastian kedatangan material.

“Andi Hariani menyampaikan pada Minggu (11/10/2026) bahwa bahannya akan didroping. Namun, sampai sekarang belum ada. Sementara Andi Rizal mengakui bahannya masih mengantre di toko yang telah ditunjuk,” ujar Sainal, Senin (12/10/2026).

Menurut Sainal, toko penyedia material yang dimaksud berada di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Lokasi tersebut dinilai cukup jauh dari Kecamatan Sibulue, tempat para penerima bantuan membutuhkan material untuk membangun kembali rumah mereka.

“Khan lucu, programnya di Kecamatan Sibulue, tetapi bahan-bahannya menunggu dari toko di kecamatan lain,” katanya.

Selain keterlambatan material, Sainal juga menyoroti mekanisme penentuan toko penyedia. Ia menilai penerima bantuan semestinya mendapat kesempatan memilih toko berdasarkan survei harga dan ketersediaan bahan di sekitar tempat tinggal mereka.

Menurutnya, penerima bantuan di Sibulue justru tidak diberi pilihan untuk menentukan toko tempat membeli material bangunan.

“Tidak, Ndi,” jawabnya singkat saat ditanya apakah penerima bantuan dilibatkan dalam pemilihan toko penyedia.

Tidak dilibatkannya penerima bantuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pihak yang menentukan toko penyedia material untuk program BSPS di Kecamatan Sibulue.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan dari pihak pendamping maupun pengelola program mengenai alasan keterlambatan penyaluran material dan mekanisme penunjukan toko penyedia tersebut. (45r)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com