JENEPONTO – Kepedulian terhadap sesama ditanamkan UPT SD Negeri 18 Tarowang, Kabupaten Jeneponto, melalui aksi nyata membantu warga yang tertimpa musibah.
Sekolah tersebut menyalurkan bantuan sembako dan santunan kepada korban kebakaran di Dusun Se’pe, Desa Balang Baru, Kecamatan Tarowang, Kamis (15/10/2026).
Bantuan itu berasal dari Program SIGMA 18 (Sedekah dan Infaq Mingguan Anak UPT SDN 18 Tarowang), yang selama ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk membiasakan diri bersedekah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Kepala UPT SD Negeri 18 Tarowang, Abdul Halik Jihad, S.Pd., memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut. Ia didampingi dewan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta perwakilan komite sekolah.
Abdul Halik mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar UPT SD Negeri 18 Tarowang terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.
“Kami turut berduka atas musibah kebakaran yang menimpa warga Dusun Se’pe. Melalui Program SIGMA 18, kami berupaya menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik sekaligus mengajak mereka untuk berkontribusi membantu sesama,” kata Abdul Halik.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban keluarga korban sekaligus memberi semangat untuk bangkit kembali setelah mengalami musibah.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui materi di dalam kelas. Peserta didik juga perlu diberi kesempatan untuk melihat dan merasakan langsung arti kepedulian terhadap orang lain.
Melalui SIGMA 18, siswa dibiasakan menyisihkan sebagian rezeki secara rutin. Dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk membantu sesama, terutama warga yang membutuhkan uluran tangan.
Program ini sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai religius, empati, dan semangat gotong royong sejak usia sekolah dasar.
UPT SD Negeri 18 Tarowang berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu keluarga korban kebakaran, tetapi juga memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, SIGMA 18 menjadi upaya sekolah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan terbiasa berbagi dengan sesama. (5353)













