PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke Pemprov
Makassar

Soal Warga Kurang Mampu, Deng Ical: Pemerintah Harus Berpihak

930
×

Soal Warga Kurang Mampu, Deng Ical: Pemerintah Harus Berpihak

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Pemerintah sejatinya memberi ruang yang sama bagi setiap warganya. Tak boleh ada perbedaan perlakuan. Sebab, prinsip-prinsip keadilan mesti ditegakkan.

Akan tetapi, dalam konteks masyarakat miskin atau kurang mampu, pemerintah justru harus berpihak. Karena, warga kurang mampu tak boleh dibiarkan bersaing dengan masyarakat mapan. Jika dibiarkan maka jurang kesenjangan akan makin menganga.

“Pemerintah harus memberikan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat kurang mampu. Harus ada intervensi, sehingga mereka mampu bersaing dengan kelompok masyarakat yang sudah mapan,” tegas Wakil Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, S.Sos., M.Si.

Penegasan ini disampaikan Deng Ical—sapaan Syamsu Rizal MI—saat tampil sebagai pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Manusia Inklusif berbasis pemberdayaan masyarakat. Acara digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Redtop Hotel, Jakarta, Kamis, 23 November 2017.

Menurut Deng Ical, semua kelompok masyarakat pada dasarnya memiliki potensi untuk berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Paling tidak, kontribusi pada level terendah, yaitu tidak menjadi sumber permasalahan, tapi menjadi solusi. Hanya saja, jika mereka dibiarkan bertarung bebas, maka tentu sulit untuk bisa berbuat.

“Masyarakat kurang mampu tidak boleh dibiarkan bersaing bebas. Mereka harus diberikan treathment khusus, agar dapat tumbuh dan berkembang bersama. Dan ini menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan sosial yang ada,” ujarnya.

Dalam paparannya, pria yang lekat dengan sembutan Somberena Makassar ini banyak mengulas soal program rekonstruksi nasib rakyat. Juga, reformasi birokrasi pemerintahan. Program ini merupakan gagasan Syamsu Rizal yang diharapkan bisa terimplementasi lebih optimal di Kota Makassar ke depan.

Dalam acara ini, Deng Ical tampil sebagai narasumber bersama beberapa kepala daerah. Yakni, Kabupaten Lebak, Sigi dan Palangkaraya. Rakor ini dijadwalkan berlangsung 21-23 November 2017. Hadir semua kementerian dalam lingkup Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia. Antara laiun, Kemndukcapil, Kemensos, Kemendagri, Kemensos PDT dan beberapa kementerian lainnya, termasuk lembaga swadaya masyarakat.

Rapat berlangsung maraton dengan format Focus Group Discussion (FGD) dan prestasi. Banyak inovasi yang dilakukan Pemda maupun LSM menjadi bahan diskusi untuk menjadi best practice dalam konsep sharing resources.

Dalam diskusi, Deng Ical juga memaparkan tentang perwali kota layak anak dan ranperda perlindungan anak yang sementara digodok di DPRD. Terutama memastikan program PHPKA (pemenuhan HAM dan perlindungan khusus anak) berjalan. (*/shar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com