MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel), diakui tidak memiliki persiapan khusus di musim penghujan ini.
Menurut Kepala BPBD Sulsel, Syamsibar, musim penghujan ini perlakuannya akan sama seperti musim lainnya.
“Tidak ada persiapan khusus, tapi kami tetap siaga. Kita ketehui bersama, bahwa bencana itu tidak diketahui kapan datangnya, olehnya itu seluruh unsur BPBD se-Sulsel agar selalu siap siaga,” katanya belum lama ini.
Menurut Syamsibar, di musim penghujan ini ada dua bencana alam yang kerap terjadi di Sulsel, selain banjir juga ada longsor.
Daerah yang terkena dampak banjir kata Syamsibar itu berada di daerah aliran sungai, sedangkan longsor berada di kawasan hutan dan dataran tinggi.
Syamsibar mengatakan dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel, tercatat ada 22 masuk dalam garis zona merah bencana alam.
Adapun dua daerah yang hanya masuk dalam perkiraan bencana ringan. Dua daerah itu, yakni Kabupaten Soppeng dan Sidrap.
“Tapi bagi kami, kita tetap siaga. Bencana itu nyata, tapi kita tidak ketahui kapan dia datang,” ujar Syamsibar tambahnya.
22 kabupaten yang rawan bencana ini sudah masuk dalam list daerah ‘langganan’ banjir saat musim hujan berlangsung.
Karena bencana tidak diketahui kapan datangnya, tentu lanjut Syamsibar, setiap warga harus memiliki pengetahuan tentang keselamatan dalam kondisi darurat bencana.
Ketika menghadapi bencana, seseorang kata Syamsibar harus pandai menempatkan diri, dan mengambil keputusan yang tepat.
Mengapa demikian, agar bisa menyelamatkan diri sendiri, juga bisa mengevakuasi orang lain. “Intinya jangan panik, harus tenang untuk keluar dari zona bahaya,” katanya.
BPBD Sulsel saat ini, memiliki 5000 relawan penanggulangan bencana, mereka berasal dari lembaga sosial, mahasiswa dan masyarakat umum (komunitas).
Sebelumnya, Gubernur Sulsel,Nurdin Abdullah mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri memasuki musim penghujan.
“Bagaimana memperbaiki daerah saluran-saluran kita kontrol supaya kita bisa hindari dari banjir dan sebagainya,” katanya.
Sementara untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, diharapkan agar mempersiapkan kebutuhan pokok untuk menghadapi musim hujan.
“Kesiapan Badan Penanggulangan Bencana, kesiapan Dinas Sosial, kesiapan kita semua, Forkompinda juga dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem, kalau cuaca normal saya kira tidak ada masalah tapi cuaca ekstrem ini harus kita antisipasi,” kata mantan Bupati Bantaeng ini. (*)













