SIDRAP – Pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, tak berhenti pada kegiatan seremonial.
Mahasiswa justru turun langsung menyentuh sektor ekonomi warga dengan membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Program digitalisasi UMKM menjadi salah satu program kerja utama yang digarap untuk membuka akses usaha lokal menuju pasar yang lebih luas.
Pendampingan dilakukan dengan memperkenalkan berbagai instrumen digital yang dapat digunakan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis. Mahasiswa membantu pelaku UMKM mengenal sistem pembayaran digital melalui QRIS, mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps, membuat identitas visual berupa logo, serta mengoptimalkan WhatsApp Business untuk promosi dan komunikasi dengan pelanggan.
Langkah tersebut diarahkan agar UMKM tidak hanya mengandalkan pelanggan yang datang secara langsung. Dengan kehadiran digital yang lebih kuat, produk usaha warga diharapkan dapat lebih mudah ditemukan, dikenal, dan dijangkau konsumen dari luar wilayah Lautang Benteng.
Menariknya, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi dalam satu forum. Pendampingan dilanjutkan secara door-to-door dengan mendatangi langsung tempat usaha warga.
Cara ini dilakukan karena setiap UMKM memiliki kondisi berbeda, baik dari sisi skala usaha, kemampuan menggunakan teknologi maupun perangkat yang dimiliki. Pendampingan personal memungkinkan mahasiswa memberikan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Bagi pelaku usaha kuliner, toko kelontong, hingga industri rumahan, kehadiran di Google Maps menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas jangkauan pelanggan. Sementara QRIS menawarkan kemudahan transaksi tanpa harus bergantung pada pembayaran tunai.
Di sisi lain, WhatsApp Business dimanfaatkan sebagai kanal komunikasi sekaligus promosi produk. Identitas usaha juga diperkuat melalui pembuatan logo agar UMKM memiliki tampilan yang lebih profesional dan mudah dikenali konsumen.
Program tersebut sekaligus menjadi upaya mahasiswa KKN Unhas 116 menjembatani kesenjangan teknologi yang masih dihadapi sebagian pelaku UMKM di tingkat kelurahan. Digitalisasi diharapkan tidak berhenti sebagai kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi mampu memberi dampak terhadap pemasaran dan perkembangan usaha.
Seluruh rangkaian program kerja tersebut mendapat asistensi dari Dosen Pembimbing KKN (DPK), Ismail Alrip, S.H., M.Kn. Pendampingan dan pengawasan dilakukan untuk memastikan intervensi teknologi yang diberikan kepada masyarakat tetap tepat sasaran dan memiliki manfaat berkelanjutan.
Melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi pijakan bagi UMKM Lautang Benteng untuk semakin percaya diri memasuki pasar digital, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Sidrap. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ismail Alrip (Dosen FH Unhas)













