PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • AZKO Tawarkan Shower hingga Kloset Hemat Penggunaan Air dan Ramah Lingkungan • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • AZKO Tawarkan Shower hingga Kloset Hemat Penggunaan Air dan Ramah Lingkungan • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah •
Media Kampus

STITEK Balik Diwa Makassar Siap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

998
×

STITEK Balik Diwa Makassar Siap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

Sebarkan artikel ini
STITEK Balik Diwa Makassar Siap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar
Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan (STITEK) Balik Diwa bersiap merdeka belajar dengan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (KMBKM) yang merupakan terobosan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di bawah kepemimpinan Menteri Nadiem Makarim.

MAKASSAR—Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan (STITEK) Balik Diwa bersiap merdeka belajar dengan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (KMBKM) yang merupakan terobosan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di bawah kepemimpinan Menteri Nadiem Makarim.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan konektivitas perguruan tinggi dengan Dunia Usaha-Dunia Industri (DUDI) dengan memberikan hak kepada mahasiswa untuk memilih program KMBKM yang ingin diikuti.

STITEK Balik Diwa Makassar sebagai kampus yang bernaung di bawah naungan Kemendikbud telah merumuskan kebijakan di tingkat pimpinan dan penjaminan mutu untuk mengimplementasikan KMBKM dengan tetap menonjolkan bidang perikanan dan kelautan sebagai kekhasan STITEK.

Bertempat di Hotel Maxone Makassar, STITEK Balik Diwa duduk bersama mitra DUDI dan pemerintah untuk menyamakan persepsi terkait KMBKM melalui kegiatan lokakarya.

Mitra yang hadir yaitu perwakilan dari BPMPP Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, BRPBAP3 Kementerian Kelautan dan Perikanan, PT. Central Proteina Prima Tbk, SMKN 4 Kabupaten Takalar, dan PT. Global Maju Pratama.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua I Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Ir. H. Awaluddin, S.P.,M.Sc, yang pada kesempatan tersebut menjelaskan relevansi KMBKM terhadap kebutuhan lulusan saat ini.

“Perguruan Tinggi saat ini terus berupaya menyesuaikan diri untuk menghasilkan lulusan yang inovatif dengan keterampilan 4C yaitu critical thinking, communication, collaboration, creativity,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Selasa (10/11).

Narasumber dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. H. Muh. Akmal Ibrahim, M.Si, dalam paparannya menjelaskan, bahwa Kata kunci dalam penyusunan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka yaitu terkait penentuan capaian profil lulusan dan integrasinya ke dalam sistem konversi SKS.

“Kata kunci dalam penyusunan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka yaitu terkait penentuan capaian profil lulusan dan integrasinya ke dalam sistem konversi SKS dengan mengacu pada 8 kegiatan yang ditawarkan,” ujar Prof Akmal Ibrahim.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh program studi Budidaya Perairan dan Teknologi Hasil Perikanan sebagai penerima hibah program Kerjasama Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh Ditjen Belmawa Kemendikbud.

“Melalui kegiatan ini maka STITEK Balik Diwa Makassar telah memiliki perangkat yang lengkap mulai dari kebijakan, penjaminan mutu, dan kurikulum yang siap mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka,” ujar Ir. H. Awaluddin, S.P.,M.Sc ketika menutup kegiatan tersebut. (*/70n)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com