MAKASSAR—Para pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan ‘turun gunung’ melakukan pemantauan dan monitoring pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sejumlah lokasi. Mereka membagi tugas. Ada yang ke Maros, Gowa dan Makassar sendiri.
Dengan berbagai cara, para pejabat Disdik Sulsel berhasil menemui siswa yang sedang belajar. Baik itu melalui daring maupun yang luring. Ada yang menyusuri lorong-lorong yang sempit, masuk dari kompleks perumahan satu ke perumahan lainnya. Bahkan ada yang terpaksa melewati gang pasar tradisional demi menemukan siswa yang sedang belajar via PJJ.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri misalnya. Ia terpaksa sampai ke dusun-dusun di pedalaman Kabupaten Gowa untuk bersua para pencari ilmu, khususnya yang berseragam putih abu-abu ini.
Prof Jufri sampai ke Dusun Pakkolompo, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Gowa. Ia bertemu dengan sejumlah siswa yang sedang belajar di kolong rumah penduduk. Mereka sedang belajar bahasa Inggris.
Meraka adalah siswa SMAN 6 Gowa, dan mengaku senang bisa dikunjungi oleh Prof Jufri. Mereka mengaku tambah semangat belajar dengan adanya kehadiran orang nomor satu di Disdik Sulsel.
Memang, Prof Jufri mengawali sapaannya dengan kalimat-kalimat motivasi yang bisa menambah spirit belajar siswa.
“Kondisi ini adalah keadaan yang tidak kita kehendaki,” tegas prof Jufri.
Namun, pria kelahiran Pulau Jampea ini juga mengaku telah mengalami masa-masa sulit belajar, termasuk belajar di bawah kolong rumah seperti ini. Apapun keadaannya, kita harus tetap belajar, katanya membakar semangat siswa.
“Saya bangga melihat semangat anak-anak kita. Mereka menunjukkan semangat belajar yang luar biasa,” ucap Jufri.
Lain lagi yang dialami Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H Hery Sumiharto, SE. M.Ed dalam ‘pengembaraannya’ kemarin. Untuk mendapatkan siswa yang sedang belajar daring, mantan Kepala Bidang Pembinaan SMK ini terpaksa menggunakan ‘jasa’ kerabat untuk bisa menemukan kediaman seorang siswa yang sedang belajar daring.
Untuk sampai ke kediaman siswa, Hery Sumiharto harus melawati gang sempit. Mobil dinas yang dikendarainya harus sudi berjalan mundur bila ada kendaraan dari depan, karena mobil tak bisa berpapasan. Ia memasuki gang di Jl. Buakana di seputar Rappocini Makassar.
Setelah mengetuk pintu dan memperkenalkan diri, Hery Sumiharto masuk dan mendapatkan seorang siswa sedang belajar daring di ruang tengah. Siswa yang sedang belajar tersebut, tentu saja kaget dan senang dikunjungi petinggi dari Disdik Sulsel.
Dalam dialognya, Hery Sumiharto menangkap binar-binar di wajah siswa SMAN 2 Makassar ini. Namun menurut pengakuan siswa tersebut, ia sudah rindu untuk datang ke sekolah dan berkumpul dengan teman-temannya.
Usai mengunjungi siswa, mantan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Sulsel ini melanjutkan sidaknya di SMAN 5 Makassar. Di sekolah yang beralamat di Jl Taman Makan Pahlawan Makassar ini langsung menuju ke ruang guru. Ia bertemu dengan guru agama yang sedang mempersiapkan pembelajarannya.
Guru agama Islam tersebut sedikit gugup yang tiba-tiba merasa didadak.
“Kami sedang mempersiapkan pembelajaran Pak untuk jam pelajaran kedua,” katanya. (*)













