Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

Sulsel Dorong Ijazah Digital: Gandeng Privy untuk Transformasi Pendidikan Tinggi

929
×

Sulsel Dorong Ijazah Digital: Gandeng Privy untuk Transformasi Pendidikan Tinggi

Sebarkan artikel ini
Sulsel Dorong Ijazah Digital: Gandeng Privy untuk Transformasi Pendidikan Tinggi
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (17/1/2025), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Andi Iqbal Najamuddin, yang mewakili Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, CEO Privy Marshall Pribadi, serta Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Sulsel.

MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan komitmennya dalam transformasi digital sektor pendidikan dengan menggelar sosialisasi penerapan ijazah digital bagi perguruan tinggi di Sulsel.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (17/1/2025), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Andi Iqbal Najamuddin, yang mewakili Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, CEO Privy Marshall Pribadi, serta Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Sulsel.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Memang perlu kita dorong ijazah elektronik ini, memang perlu kita masifkan,” ungkap Andi Iqbal Najamuddin, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap implementasi ijazah digital.

CEO Privy, Marshall Pribadi, menyampaikan bahwa penerapan autentikasi dokumen digital menjadi langkah penting dalam dunia pendidikan. “Suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami dapat berbagi informasi mengenai autentifikasi dokumen digital,” ujarnya.

Marshall Pribadi menjelaskan bahwa Privy merupakan perusahaan penyedia layanan terpercaya digital yang telah tersertifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sejak didirikan pada tahun 2016, Privy telah mendapatkan kepercayaan luas di berbagai sektor, termasuk perbankan.

“Hampir semua bank di Indonesia menggunakan tanda tangan digital dari Privy,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa Privy telah memiliki lebih dari 57 juta pengguna individu dan lebih dari 4.500 pengguna koperasi di Indonesia. “Saya pribadi bersyukur Privy mendapatkan penerimaan pasar yang baik di Indonesia,” katanya.

Dalam sesi presentasi, tim dari Privy menjelaskan berbagai aspek terkait layanan mereka, termasuk efisiensi dalam penatausahaan dokumen akademik yang sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2024.

Selain itu, juga dipaparkan solusi Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi yang dapat membantu mencegah pemalsuan dokumen dengan prinsip kehati-hatian, akurasi, dan legalitas.

Penerapan tanda tangan elektronik juga menawarkan sejumlah keunggulan. Seperti peningkatan produktivitas, pengurangan risiko pemalsuan dokumen, keamanan tinggi dengan keabsahan hukum, dukungan terhadap digitalisasi, serta manfaat ramah lingkungan dan efisiensi biaya operasional.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh perguruan tinggi di Sulsel dapat mengadopsi sistem ijazah digital guna meningkatkan efektivitas dan keamanan dokumen akademik serta mendukung transformasi digital di dunia pendidikan. (*/4dv)

error: Content is protected !!