PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SMPN 2 Sungguminasa Borong Prestasi, English Club dan Pramuka Raih Juara di Berbagai Lomba • AZKO Tawarkan Shower hingga Kloset Hemat Penggunaan Air dan Ramah Lingkungan • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SMPN 2 Sungguminasa Borong Prestasi, English Club dan Pramuka Raih Juara di Berbagai Lomba • AZKO Tawarkan Shower hingga Kloset Hemat Penggunaan Air dan Ramah Lingkungan • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers •
Makassar

Disdik Hadirkan Asisten III & Kepala BKD Bahas Kondisi Kebutuhan Guru di Sulsel

615
×

Disdik Hadirkan Asisten III & Kepala BKD Bahas Kondisi Kebutuhan Guru di Sulsel

Sebarkan artikel ini
Disdik Hadirkan Asisten III & Kepala BKD Bahas Kondisi Kebutuhan Guru di Sulsel
Memaksimalkan pembenahan penyebaran guru di Sulsel, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan Asisten I Pemprov Sulsel, H Tautoto Tana Ranggina dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulsel, H Imran Jauzi dan yang mewakili Kepala Biro Ortala untuk membahas kondisi ril kebutuhan guru di Sulsel dalam rapat secara virtual di ruang e-Panrita Disdik Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea Makassar, Rabu (21/4/2021).

MAKASSAR—Memaksimalkan pembenahan penyebaran guru di Sulsel, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan Asisten I Pemprov Sulsel, H Tautoto Tana Ranggina dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulsel, H Imran Jauzi dan yang mewakili Kepala Biro Ortala untuk membahas kondisi ril kebutuhan guru di Sulsel dalam rapat secara virtual di ruang e-Panrita Disdik Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea Makassar, Rabu (21/4/2021).

Kadisdik Sulsel, Prof Jufri memberi apresiasi dan penghargaan kepada Asisten III dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah serta Biro Ortala atas kesediaannya hadir di Disdik Sulsel untuk menghadiri rapat virtual kondisi ril kebutuhan guru di Sulsel.

Prof Jufri berharap dengan kegiatan ini akan mendapatkan gambaran permasalahan kebutuhan guru di Sulsel dan segera mendapatkan tindakan langsung di lapangan.

“Kita berharap melalui pertemuan ini permasalahan kebutuhan guru di Sulsel bisa segera diselesaikan,” ungkapnya.

Sementara itu Asisten III Pemprov Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mengaku senang karena bisa langsung berkomunikasi dengan para Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I–XII yang mengemukakan sejumlah permasalahan kebutuhan guru di daerahnya masing-masing.

“Saya senang bisa berkomunikasi langsung dengan para kepala cabang dinas di Sulsel untuk mendengarkan permasalahan yang terjadi,” ungkapnya.

Tautoto Tana Ranggina juga mengaku, mulai tahun depan Pemprov Sulsel akan memangkas jumlah tenaga non ASN hingga 40 persen secara bertahap. “Juni tahun depan kita akan evaluasi dan Juli kita akan SK-kan,” tegasnya

Menurutnya, pemangkasan ini dilakukan karena membebani anggaran pemerintah. “Pemangkasan tenaga non ASN di lingkup Pemprov Sulsel harus dilakukan karena membebani anggaran Pemerintah,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Disdik Sulsel, H Hery Sumiharto, Kepala UPT PTIKP, Andi Hidayati. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com