PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamDi Balik Takhta Toalala: Qadi, Masjid, dan Jejak Islam di Kerajaan EnrekangJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Karhutla Meluas, Rakyat Menghirup Asap, Bencana Alam atau Krisis Tata Kelola?Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaAku Hanya Ingin Didengar: Ketika Luka Harus Dipendam SendiriPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamDi Balik Takhta Toalala: Qadi, Masjid, dan Jejak Islam di Kerajaan EnrekangJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Karhutla Meluas, Rakyat Menghirup Asap, Bencana Alam atau Krisis Tata Kelola?Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaAku Hanya Ingin Didengar: Ketika Luka Harus Dipendam Sendiri
Sulsel

Dorong Peningkatan Kualitas Hidup, PLN Terangi Ratusan Kepala Keluarga Pelosok Desa di Sulsel

1580
×

Dorong Peningkatan Kualitas Hidup, PLN Terangi Ratusan Kepala Keluarga Pelosok Desa di Sulsel

Sebarkan artikel ini
Dorong Peningkatan Kualitasi Hidup, PLN Terangi Ratusan Kepala Keluarga Pelosok Desa di Sulsel
Komitmen PT PLN (Persero) untuk menerangi hingga ke pelosok negeri terus berlanjut. Di Triwulan I tahun 2022 ini, perseroan berhasil melistriki desa-desa terpencil di Provinsi Sulawesi Selatan.

MAKASSAR—Komitmen PT PLN (Persero) untuk menerangi hingga ke pelosok negeri terus berlanjut. Di Triwulan I tahun 2022 ini, perseroan berhasil melistriki desa-desa terpencil di Provinsi Sulawesi Selatan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Awaluddin Hafid optimistis, kehadiran listrik dapat menggerakkan perekonomian warga sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, dengan adanya akses listrik maka akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan akses pendidikan, kesehatan serta tentunya akses informasi.

Adapun desa dan dusun tersebut antara lain:

  • Desa Pationgi, Dusun Dunru & Dusun Mallenreng Kabupaten Bone.
  • Desa Bontosomba & Desa Cenrana, Kabupaten Maros.
  • Desa Leppangeng, Kabupaten Sidrap.
  • Desa Letta, Kabupaten Pinrang.

“Kami bersyukur berkat dukungan masyarakat dan stakeholder, listrik dapat dinikmati di desa-desa tersebut. PLN berkomitmen untuk melistriki desa demi desa dalam daerah 3 T untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat luas, serta anak-anak dapat belajar di malam hari,” kata Awaluddin.

Dirinya memaparkan, total sebanyak 560 kepala keluarga yang berada di desa-desa tersebut telah menikmati listrik. Sumber dana dalam melistriki 7 desa dan dusun ini bersumber dari dukungan Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini bernilai investasi sebesar Rp3,6 Miliar.

Infrastruktur tersebut adalah jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 32,81 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 11,41 kms, serta 9 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 325 kilo Volt Ampere (kVA).

Tentu saja, ini hanya merupakan tahap awal dari investasi PMN yang dilakukan PLN dalam rangka meningkatkan Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik dalam rangka melaksanakan mandat dari Pemerintah sebagai BUMN yang menjalankan Public Service Obligation, serta fungsi sosial dalam rangka pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kehadiran listrik di desa daerah terpencil ini dapat memperluas pemerataan kelistrikan. Sampai dengan April 2022, total Rasio Elektrifikasi Provinsi Sulawesi Selatan tercatat sebesar 99,78 persen,” terang Awaluddin.

Ia mengungkapkan, dalam membangun jaringan kelistrikan untuk melistriki desa-desa tersebut tidaklah mudah. Tim PLN harus menghadapi beragam tantangan salah satunya adalah masalah geografis dengan medan yang sulit, akan tetapi tantangan tersebut tetap ditempuh dengan tujuan mandat pendorong pertumbuhan ekonomi yang diemban PLN.

Salah satunya saat pembangunan di Dusun Dunru, Kabupaten Bone terjadi longsor dibeberapa titik lokasi sepanjang jalur pembangunan akibat hujan deras terus menerus terjadi.

Selain itu di Desa Cenrana, Kabupaten Maros jembatan penyebrangan yang digunakan untuk memobilisasi material sempat mengalami kerusakan. “Tantangan tersebut tentunya tidak menyurutkan kami untuk melistriki hingga ke pelosok,” pungkas Awaluddin.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat di Desa Cenrana Kabupaten Maros, A. Syarifuddin menyampaikan rasa syukurnya karena desanya telah terlistriki.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur sudah bisa menikmati listrik, kami ucapkan terima kasih kepada PLN dan seluruh pihak yang telah membantu suksesnya pembangunan jaringan listrik ini,” ucap A. Syarifuddin. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com