Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Foto: Anshar Tomaru)

MAKASSAR – Capaian penerimaan pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel menjelang akhir tahun 2019 sudah mencapai 99,07% dari total target selama setahun Rp3,712 triliun.

Berdasarkan data dari Bapenda Sulsel per tanggal 30 Desember 2019, realisasi pendapatan melalui pajak terhitung Rp3,673 triliun.

Jumlah ini memang belum maksimal, meski beberapa sektor penerimaan pajak mengalami surplus.

Total penerimaan tersebut didapat dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) senilai Rp1,381 triliun (T) atau mencapai 102,67% dari target.

Kemudian, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) realisasinya Rp1,001 T, melebihi target senilai Rp993,7 miliar (M).

Selanjutnya, pada sektor Pajak Bahan Kendaraan Bermotor (PBBKB) realisasi mencapai 100,61% atau senilai Rp654,63 M.

Lalu, Pajak Air Permukaan (PAP) realisasinya Rp93,43 M melebihi target yang dipatok dalam setahun Rp92,2 M.

“Iya, Alhamdulillah. Capaian total pajak sudah 99,07%. Walaupun ada pajak rokok yang realisasinya hingga saat ini belum mencapai target,” ucap Kepala Bidang Perencanaan dan Pendapatan Bapenda Sulsel, Reza Faizal Saleh yang dikonfirmasi, kemarin.

Reza menyebutkan, khusus pajak rokok capaiannya baru 86,86% atau realisasinya Rp548,04 M dari target Rp630,962 M.

Dia berdalih hal ini karena persoalan regulasi, aturannya dari pemerintah pusat.

Dijelaskan, penyetoran dan penerimaan pajak rokok sudah ditentukan waktunya berdasarkan regulasi yang ada.

Hal ini kata dia sudah diatur dalam peraturan menteri keuangan. Belum lagi, pajak rokok sifatnya given (pemberian) dari pemerintah pusat.

“Kalau pajak rokok itukan memang dari pusat, dalam hal diatur Kementerian Keuangan. Artinya, kita mengikuti perhitungan daru sana, itu nanti tentu akan kita klarifikasi kenapa begitu capaiannya,” tukas Reza.

Dia menambahkan, realisasi penerimaan pajak yang ada saat ini masih bertambah. Masih ada kesempatan sampai tanggal 31 Desember 2019 sebelum pergantian tahun.

“Realisasi masih akan terus jalan sampai besok (hari ini). Tapi kalau pajak rokok kayaknya sudah tidak mi. Kareba dia penyerahannya daru pusat, ada memang tahapan-tahapan penyetoran,” sambungnya.

Reza menuturkan, capaian pajak yang menunjukkan progres baik selama setahun ini menjadi pertimbangan untuk peningkatan target pada tahun 2020.

“Targetkan kita kan sudah masuk di RAPBD 2020, dan meningkat. Kalau tidak salah 7%,” jelas dia.

Sebelumnya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menuturkan, alokasi APBD 2020 Pemprov Sulsel kedepan didorong untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Upaya pencapaian target akan difokuskan pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah khususnya pajak daerah serta dana transfer.

“Optimalisasi penerimaan pajak akan diarahkan untuk lebih memperkuat digitalisasi layanan sebagai usaha meningkatkan jangkauan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak.”

“Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor sebagai kontributor terbesar pajak daerah di Provinsi Sulsel akan lebih dimaksimalkan dengan dimungkinkannya pelayanan melalui aplikasi mobile banking,” sebut Nurdin. (*)