JAKARTA—Kader PMII Sulawesi yang tergabung dalam Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyelenggarakan silaturahim dan buka puasa bersama dengan alumni PMII yang berasal dari Sulawesi, di RM. Handayani Prima Matraman, diikuti lebih 40 kader PMII lintas generasi yang berasal dari Sulawesi.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ketua Bidang Pertahanan PB PMII, Arsyad, S.Pd., M.Pd, Wakil Bendahara Umum PB PMII, Fathullah Syahrul, S.Sos., M.Si dan Direktur Lembaga Profesi Ekonomi dan Keuangan PB PMII, Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak.
Menurut Arsyad selaku inisiator kegiatan tersebut untuk memfasilitasi silaturahim antara kader dan alumni yang merantau di DKI Jakarta.
“Saya menyadari bahwa kesolidan dan persatuan kader dan alumni PMII dari Sulawesi di Jakarta akan mampu mencapai dan mendorong kader PMII pada posisi-posisi strategis di Bangsa ini,” jelas Arsyad yang juga merupakan mantan Ketua Cabang PMII Bone.
Fathullah Syahrul yang akrab disapa Ulla menuturkan, bahwa masa saat ini adalah masa kebangkitan kader PMII Sulawesi. “Saat ini, hampir semua kader PMII Sulawesi di PB PMII sedang mengikuti pendidikan magister, bahkan beberapa diantaranya sedang mengikuti pendidikan jenjang doctoral” tegasnya.
Oleh karena itu lanjut Ulla, pontensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki PMII dari Sulawesi harus terkonsolidasikan dengan baik, sehingga mampu memberi kontribusi bagi PMII dan Indonesia.
Kepada Media Sulsel, Senin (26/4/2022) Sekretaris Panitia, Muhammad Aras Prabowo menambahkan, bahwa dengan potensi SDM yang dimiliki kader PMII dari Sulawesi dengan bidang keahlian yang berbeda-beda sangat memungkinkan untuk mendirikan perguruan tinggi.
“Ijin para Ayahanda dan senior, dengan potensi SDM yang kita miliki, bukan tidak mungkin untuk mendirikan Universitas Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia. Ketersedian SDM di berbagai bidang adalah pontensi besar yang harus kita manfaatkan, salah satunya pendirian Universitas PMII. Saya kira bisa langsung terakreditasi A universitasnya nanti,” tegas Aras, yang sontak disambut tepung tangan para kader PMII yang hadir.
Sementara itu Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Pd, dalam sambutannya, menyampaikan penting memperbanyak silaturahim selama diperantauan. Dia juga menceritakan kisahnya saat berproses di PMII dulu hingga bisa menjabat salah satu Ketua PB NU termuda di masanya.
Selain itu, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib raya, M.A Guru Besar Universitas UIN Syarif Hidayatullah menyampaikan nasehat kepada kader PMII Sulawesi yaitu; Harus memperkuat etos kerja, Meningkatkan kompetensi, Saling membesarkan, Silaturahim dan Disiplin. Sedangkan Prof. Dr. H. Andi Salman Maggalatung, M.H menambahkan 2 nasehat lainnya yaitu; Normatif dan tradisi akademik.
“Setiap kader PMII yang masih kuliah harus mengikuti norma-norma yang ada di perguruan tinggi agar selesai tepat waku dan mengikuti tradisi akademik dengan berorganisasi agar memiliki wawasan serta jaringan yang luas, karena pada akhirnya jaringanlah yang memiliki peran penting untuk masa depan kita,” ungkap Prof. Salman.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir kader PMII dari Kementerian Agama Republik Indonesia Dr. Amiruddin Kuba dan Dr. Basir. Keduanya membeberkan potensi beasiswa dan peluang penelitian yang dikelola oleh Kementerian Agama RI. Meraka berharap agar kader PMII Sulawesi dapat memanfaatkan peluang tersebut. (PR/464Ys)













